Search

Geografi Manusia

Berbagi dan Mengabdi

Anakku, itulah Cara Tuhan menyayangimu..

Hasil gambar untuk dorong motor kartun

“Tuhan, maafkanlah, prasangka buruk ini, kerap kali hadir dalam mensikapi keputusan-Mu..”.  ungkapku lirih, dan “anakku, mungkin inila cara Tuhanmu, menyayangimu…”. Continue reading “Anakku, itulah Cara Tuhan menyayangimu..”

Advertisements

Virus Finlandia, di Pendidikan Indonesia

Hasil gambar untuk teach like finlandTidak jarang, kita  melihat guru yang menghardik anak-anak yang bermain lari-larian di halaman sekolah saat istirahat. Karena berisik, atau khawatir kegiatannya malah menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah rusak, misalnya kaca pecah terkena bola, kemudian sang guru piket mengardik anak-anak untuk menghentikan kegiatan istirahat tersebut. Continue reading “Virus Finlandia, di Pendidikan Indonesia”

Kurtilas : Tidak Harus Lintasminat

Pembelajaran yang bermakna. Jika memang ingin  mendalami kajian di program peminatan, mengapa harus lintas minat ? sejatinya, lintas minat hendaknya bukan sebuah keharusan, tetapi sebuah pilihan disamping pendalaman minat ! Continue reading “Kurtilas : Tidak Harus Lintasminat”

Geografi Nilai

Revolusi Mental. Itu adalah salah satu jargon yang dikembangkan oleh Pemerintahan Jokowi-JK. Agenda ini, diharapkan mampu mendorong, mendongkrak, sekaligus juga mengubah budaya kerja masyarakat Indonesia. Bila semula, kita sering mendengar  sikap KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), hari ini kedepan, karakter dan sifat, atau budaya  kerja serupa itu, harus sudah ditinggalkan. Upaya peninggalan karakter itu, yaitu dengan agenda  revolusi mental itu sendiri. Continue reading “Geografi Nilai”

Respon Budaya Terhadap Hujan

Hujan turun adalah peristiwa alam.  Dalam pemahaman umum, kehadirannya bergantung alam, dan berhentinya pun, sangat bergantung pada ‘kuasa alam’. Manusia tidak memiliki yang penuh, untuk mengatur siklus hujan. Andaipun ada yang disebut, peran teknologi untuk mengembangkan teknologi hujan buatan, namun kemampuan itu masih tetap terbatas. Continue reading “Respon Budaya Terhadap Hujan”

Upah Guru Honor dihadapan UMP

Mendengar berita, ada keputusan kenaikan UMP dengan rata-rata 8,7 %, cukup memberikan angin segar bagi kita sebagai buruh atau tenaga kerja. Kendati kenaikan UMP itu, belum sesuai dengan keinginan, atau kebutuhan ril di masayrakat, namun setidaknya, keputusan kenaikan UMP ini, dapat sedikit menghela nafas agak panjang, dalam meniti karir di hari esok.

Angin segar kenaikan UMP itu, setidaknya, dapat memberikan informasi positif bagi buruh, tenaga kerja atau kayawan pada umumnya. Namun, tidak bagi guru-guru honorer. Mengapa ?

Bagi guru honorer yang bekerja di satuan pendidikan yang dikelola oleh masyarakat, sudah tentu akan melihat keputusan UMP ini, akan “mengoyak perasaan”. Hal itu terjadi, karena, ternyata ada beberapa guru yang masih mendapat honor dari lembaganya, masih jauh dari UMP.

bagaimana yang sudah impasing ? alhamdulillah, ada yang sudah melampaui UMP. Bagaimana yang baru sertifikasi ? lumayan, ada yang mendekati. Bagaimana yang honorer lepas ?

Psikologi Relasi Penelitian Kesehatan

Hasil gambar untuk pasien dokterAda sebuah pertanyaan menarik, dalam kaitannya dengan penelitian kesehatan.  Wacana ini, biasanya menjadi wacana kritis di kalangan peneliti kualitatif. Pertanyaan yang kita maksudkan, adalah “bagaimana hubungan antara peneliti dengan informan atau responden?”, “apakah karakter hubungan kedua komponen itu, sama dengan penelitian dalam konteks ilmu sosial ?” Continue reading “Psikologi Relasi Penelitian Kesehatan”

Bukan hanya hadir, tapi belajar !

Hasil gambar untuk belajar di kelasSebuah  pertanyaan sederhana, datang dari pimpinan madrasah. Bagaimana keadaan siswa kita tahun ini ? sebuah pertanyaan yang simpel, namun memiliki makna, dan juga problema yang cukup mendasar. Continue reading “Bukan hanya hadir, tapi belajar !”

Pesantren Tematik

Untuk zaman modern ini, dan bahkan sudah dipahami sebagai salah satu karakter modern, yaitu adanya spesialisasi. Kita boleh setuju, boleh juga tidak setuju. Terlebih lagi, bila kemudian, kita melihatnya dari sudut posmodern. Menurut kelompok yang satu ini, spesialisasi justru masalah menjadi bencana kemanusiaan, dan bukan meningkatkan marwah kemanusiaan. Continue reading “Pesantren Tematik”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑