Search

Geografi Manusia

Berbagi dan Mengabdi

Psikologi Relasi Penelitian Kesehatan

Hasil gambar untuk pasien dokterAda sebuah pertanyaan menarik, dalam kaitannya dengan penelitian kesehatan.  Wacana ini, biasanya menjadi wacana kritis di kalangan peneliti kualitatif. Pertanyaan yang kita maksudkan, adalah “bagaimana hubungan antara peneliti dengan informan atau responden?”, “apakah karakter hubungan kedua komponen itu, sama dengan penelitian dalam konteks ilmu sosial ?” Continue reading “Psikologi Relasi Penelitian Kesehatan”

Advertisements

Bukan hanya hadir, tapi belajar !

Hasil gambar untuk belajar di kelasSebuah  pertanyaan sederhana, datang dari pimpinan madrasah. Bagaimana keadaan siswa kita tahun ini ? sebuah pertanyaan yang simpel, namun memiliki makna, dan juga problema yang cukup mendasar. Continue reading “Bukan hanya hadir, tapi belajar !”

Pesantren Tematik

Untuk zaman modern ini, dan bahkan sudah dipahami sebagai salah satu karakter modern, yaitu adanya spesialisasi. Kita boleh setuju, boleh juga tidak setuju. Terlebih lagi, bila kemudian, kita melihatnya dari sudut posmodern. Menurut kelompok yang satu ini, spesialisasi justru masalah menjadi bencana kemanusiaan, dan bukan meningkatkan marwah kemanusiaan. Continue reading “Pesantren Tematik”

Sekolah, penjara atau tempat berpetualang?

“bebas euy..” itu adalah salah satu pekikan siswa, saat mendapatkan informasi kelulusan dari sekolahnya. Pekikan itu, kemudian disambut pula, oleh pekikan serupa, senada atau semakna dengan itu. Mereka meluncurkan pekikan itu, sebagai gambaran rasa bahagia,  dengan kelulusannya. Continue reading “Sekolah, penjara atau tempat berpetualang?”

Makna Sumberdaya Lokal

Hasil gambar untuk sumberdaya lokalKita sering menggunakan istilah “mari manfaatkan sumberdaya lokal”. Ucapan yang kerap terlontar dari lisan kita, baik sebagai warga negara, masyarakat biasa, pendidik, elit politik atau pejabat negara. Harapan dan impian kita, supaya bisa memanfaatkan sumberdaya lokal, kerap kali muncul dalam asa dan pikiran kita.

Continue reading “Makna Sumberdaya Lokal”

Gejala Stress di Tempat Kerja

Setahun yang lalu, seorang teman sekantor, sempat mengeluhkan kondisi keluarganya. Dia sudah berkeluarga, namun belum juga dikarunia keturunan. Sang istri, sebenarnya profesinya adalah seorang guru.  Begitu pula suaminya. Entah mengapa, hingga sudah hampir 10 tahunan lebih, dia belum juga dikaruniai seorang putra. Continue reading “Gejala Stress di Tempat Kerja”

Generasi Maya

Hasil gambar untuk bayang-bayangSaat, anak-anak kita  jauh dari kasih sayang orangtuanya, mereka dekat dengan ‘pelukan media sosial’. Saat mereka jauh dari sentuhan edukatif dari para guru di sekolah, mereka malah masuk pada dekapan media sosial. Saat kehausan, mereka malah mereguk kekeringan makna dari  media sosial. Saat itulah, generasi kita, menjelma menjadi generasi maya atau bayang-bayang. Continue reading “Generasi Maya”

Jokowi Nonton Film G30S/PKI di Makorem Bogor

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan nonton bareng film ‘Pengkhianatan G30S/PKI’ di Bogor. Acara tersebut diselenggarakan oleh TNI. Continue reading “Jokowi Nonton Film G30S/PKI di Makorem Bogor”

Wapres: Terorisme Muncul di Negara Gagal

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan bahwa terorisme tumbuh di negara-negara gagal karena mereka merasa tidak punya harapan dan banyaknya pengangguran.

“Terorisme dan radikalisme datang dari negara-negara gagal, karena mereka merasa tidak ada harapan. Begitu mudah dijanjikan masuk surga, mereka dengan senang hati melakukannya,” katanya saat memberikan kuliah umum di Universitas Columbia New York, Amerika Serikat, Jumat (22/9).

Lebih lanjut Wapres menjelaskan negara-negara gagal tersebut terjadi karena serbuan Amerika Serikat. Seperti yang terjadi di Irak, Syuriah, Lebanon dan sebagainya. Munculnya ISIS, tambah Wapres, juga berasal dari negara-negara gagal tersebut.

Wapres juga menjelaskan saat ini di Indonesia telah dilakukan program de-radikalisasi terhadap lebih dadi 10 ribu mantan teroris yang dipenjara di 72 penjara di seluruh Indonesia. “Tidak ada negara yang seperti Indonesia, dengan jumlah penduduk nomor empat di dunia dengan berbagai etnis, suku dan budaya serta tersebar dalam berbagai pulau, tetapi saling menghormati,” kata Wapres M Jusuf Kalla.

Menurut Wapres hal itu terjadi karena di Indonesia sejak dahulu hidup dalam harmoni. “Kami memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, meski berbeda-beda tapi tetap satu,” kata Wapres.

Wapres menjelaskan perbedaan agama di Indonesia juga tidak menjadi masalah. Wapres menjelaskan jika mendengar ada beberapa konflik di Indonesia, persoalannya bukan karena agama, tetapi karena kesenjangan, bahkan soal demokrasi atau politik. Wapres menjelaskan kasus di Poso atau Ambon terjadi konflik justru karena demokrasi. Sebelumnya pemimpin di wilayah tersebut ada harmoni antarumat beragama. Jika kepaka daerahnya Muslim, maka wakilnya non-Muslim, begitu pula sebaliknya.

“Namun tiba-tiba setelah demokrasi, maka pemenang mengambil semua. Pasangan kepala daerah bisa tidak menghiraukan harmoni tersebut, yang mayoritas mengambil semuanya,” kata Wapres.

Continue reading “Wapres: Terorisme Muncul di Negara Gagal”

Blog at WordPress.com.

Up ↑