Search

Geografi Manusia

Berbagi dan Mengabdi

Urgensi Strategi dalam Pembelajaran

Hasil gambar untuk gaya belajarSaat kita membaca kata pengantar Don Morrison[1], saat menerangkan mengenai pentingnya strategi pemanfaatan e-learning, kita akan merasa kaget. Setidaknya, kita merasa tersadarkan, bahwa pemanfaatan teknologi elektronik dalam proses pembelajaran (e-learning), tidak bisa sembarangan. Sejatinya, pemanfaatan apapun, untuk kepentingan proses pembelajaran membutuhkan strategi yang tepat. Jika kita tidak mampu memilih strategi yang tepat, maka potensial terjadi kegagalan. Continue reading “Urgensi Strategi dalam Pembelajaran”

Advertisements

Tahapan Kompetensi Guru

Hasil gambar untuk ngajarMungkin ini, cenderung mengulang. Mengulang pemahaman kita, yang selama ini, sudah banyak dikaji. Atau, pemahaman dan informasi ini,sudah banyak dipublikasikan di ragam media, dan kemudian sudah mudah kita askes dengan mudah. Namun demikian, dalam rangka mengokohkan pemahaman sendiri, dan atau berbagai dengan orang lain, khususnya anak muda yang bermina masuk ke dunia pendidikan, kiranya dapat memanfaat informasi ini. Continue reading “Tahapan Kompetensi Guru”

Penguatan Pendidikan Karakter, nambahin Jam belajar ?

Hasil gambar untuk pendidikan karakterDi penghujung tahun 2017, dunia pendidikan kita diramaikan dengan diberlakukannya Program Penguatan Pendidikan Karakter. Tidak tanggung-tanggung, pemberlakuannya ini, diawali dulu dengan Peraturan Presiden, yakni pada Perpres omor 87 tahun 2017. Continue reading “Penguatan Pendidikan Karakter, nambahin Jam belajar ?”

Anakku, itulah Cara Tuhan menyayangimu..

Hasil gambar untuk dorong motor kartun

“Tuhan, maafkanlah, prasangka buruk ini, kerap kali hadir dalam mensikapi keputusan-Mu..”.  ungkapku lirih, dan “anakku, mungkin inila cara Tuhanmu, menyayangimu…”. Continue reading “Anakku, itulah Cara Tuhan menyayangimu..”

Virus Finlandia, di Pendidikan Indonesia

Hasil gambar untuk teach like finlandTidak jarang, kita  melihat guru yang menghardik anak-anak yang bermain lari-larian di halaman sekolah saat istirahat. Karena berisik, atau khawatir kegiatannya malah menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah rusak, misalnya kaca pecah terkena bola, kemudian sang guru piket mengardik anak-anak untuk menghentikan kegiatan istirahat tersebut. Continue reading “Virus Finlandia, di Pendidikan Indonesia”

Kurtilas : Tidak Harus Lintasminat

Pembelajaran yang bermakna. Jika memang ingin  mendalami kajian di program peminatan, mengapa harus lintas minat ? sejatinya, lintas minat hendaknya bukan sebuah keharusan, tetapi sebuah pilihan disamping pendalaman minat ! Continue reading “Kurtilas : Tidak Harus Lintasminat”

Geografi Nilai

Revolusi Mental. Itu adalah salah satu jargon yang dikembangkan oleh Pemerintahan Jokowi-JK. Agenda ini, diharapkan mampu mendorong, mendongkrak, sekaligus juga mengubah budaya kerja masyarakat Indonesia. Bila semula, kita sering mendengar  sikap KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), hari ini kedepan, karakter dan sifat, atau budaya  kerja serupa itu, harus sudah ditinggalkan. Upaya peninggalan karakter itu, yaitu dengan agenda  revolusi mental itu sendiri. Continue reading “Geografi Nilai”

Respon Budaya Terhadap Hujan

Hujan turun adalah peristiwa alam.  Dalam pemahaman umum, kehadirannya bergantung alam, dan berhentinya pun, sangat bergantung pada ‘kuasa alam’. Manusia tidak memiliki yang penuh, untuk mengatur siklus hujan. Andaipun ada yang disebut, peran teknologi untuk mengembangkan teknologi hujan buatan, namun kemampuan itu masih tetap terbatas. Continue reading “Respon Budaya Terhadap Hujan”

Upah Guru Honor dihadapan UMP

Mendengar berita, ada keputusan kenaikan UMP dengan rata-rata 8,7 %, cukup memberikan angin segar bagi kita sebagai buruh atau tenaga kerja. Kendati kenaikan UMP itu, belum sesuai dengan keinginan, atau kebutuhan ril di masayrakat, namun setidaknya, keputusan kenaikan UMP ini, dapat sedikit menghela nafas agak panjang, dalam meniti karir di hari esok.

Angin segar kenaikan UMP itu, setidaknya, dapat memberikan informasi positif bagi buruh, tenaga kerja atau kayawan pada umumnya. Namun, tidak bagi guru-guru honorer. Mengapa ?

Bagi guru honorer yang bekerja di satuan pendidikan yang dikelola oleh masyarakat, sudah tentu akan melihat keputusan UMP ini, akan “mengoyak perasaan”. Hal itu terjadi, karena, ternyata ada beberapa guru yang masih mendapat honor dari lembaganya, masih jauh dari UMP.

bagaimana yang sudah impasing ? alhamdulillah, ada yang sudah melampaui UMP. Bagaimana yang baru sertifikasi ? lumayan, ada yang mendekati. Bagaimana yang honorer lepas ?

Blog at WordPress.com.

Up ↑