“bebas euy..” itu adalah salah satu pekikan siswa, saat mendapatkan informasi kelulusan dari sekolahnya. Pekikan itu, kemudian disambut pula, oleh pekikan serupa, senada atau semakna dengan itu. Mereka meluncurkan pekikan itu, sebagai gambaran rasa bahagia,  dengan kelulusannya.

Ada makna lain, yang juga, perlu dicermati bersama. Pekikan itu, terasa memberikan sebuah gambaran, bahwa sekolah selama ini, menjadi ‘penjara; atau ‘ruang tanpa kebebasan’.  Sehingga, kelulusannya itu sendiri, dirasa sebagai sesuatu yang membanggakan dan menggemberikan, dan layak dirayakan.

Dalam kasus yang lain, banyak diantara siswa, yang merasa gembira saat bel pulang berbunyi, sedangkan saat bel masuk terdengar, sangat cuek untuk segera memasuki kelas. Memang tidak semua aak mengalami hal serupa itu, tetapi cerita di lapangan, kasus-kasus serupa itu masih sangat terasa.

Menyimak gejala seperti itu, sekolah lebih dianggap sebagai penjara, dan pembelajaran terasa sebagai sebuah doktrin. Sehingga tidak mengherankan, bila kemudian banyak diantara siswa kurang betah, dan merasa ‘bebas terlepas’ dari belenggu saat pulang atau lulus ujian.

Kenyataan ini sangat bertolak belakang dengan impian ALfred Whitehead, yang berharap pendidikan sebagai sebuah petualangan hidup dan sekolah sebagai wahana untuk berpetualang.

Education is discipline for the adventure of life; research is intellectual adventure; and the universities should be homes of adventure shared in common by young and old. (Whitehead, 1929c, p. 98)

Advertisements