Setahun yang lalu, seorang teman sekantor, sempat mengeluhkan kondisi keluarganya. Dia sudah berkeluarga, namun belum juga dikarunia keturunan. Sang istri, sebenarnya profesinya adalah seorang guru.  Begitu pula suaminya. Entah mengapa, hingga sudah hampir 10 tahunan lebih, dia belum juga dikaruniai seorang putra.

Infografis: Dampak Stres karena Pekerjaan Pada Kesehatan Tubuh

Saat ditanya mengenai hal ini, saya memberikan pandangan bahwa, ‘hal itu lebih diduga karena masalah stress. stress karena desakan keluarga, yang ‘memaksa’ harus segera punya anak, dan juga stress di tempat kerjanya’. Bahkan waktu itu pun, saya sempat sarankan untuk berhenti kerja dulu, karena kebetulan hanya seorang guru tidak tetap saja.

Entah mengapa, apakah saran itu diikuti atau tidak. Atau, karena ada faktor lain.  Akhir tahun 2016 lalu, sang rekan kita ini mengabarkan bahwa istrinya tengah mengandung dan akan mengadakan syukuran 7 bulanan (tradisi yang biasa ada di tanah Sunda). Alhamdulillah. impian memiliki keturunan itu terkabulkan.

Tidak diduga pula. Sore ini, saya mendapat informasi menarik dari sebuah media maya kita. Bahwa ternyata, salah satu dampak stress itu adalah menurunnya kualitas sperma. Dengan kata lain, bisa jadi benar, bahwa rekan kita yang tadi itu, memiliki keturunan selepas, mengurangi tingkat stress di tempat kerjanya.

Dengan mengamati dan mencermati  informasi ini  (http://health.detik.com/read/2017/10/10/085452/3677347/763/infografis-dampak-stres-karena-pekerjaan-pada-kesehatan-tubuh)  kita mendapat  gambaran detil, bahwa terdapat dampak nyata dari stress di tempat kerja terhadap kesehatan jiwa seseorang.  Oleh karena itu, sebagai seorang pimpinan, baik di sekolah, pemerintahan daerah, perusahaan, atau instansi yang lainnya, hendaknya memiliki kepekaan terhadap adanya gejala-gejala kesehatan jiwa ini.

Sayangnya, sebagaimana yang kita rasakan sendiri, masih banyak orang diantara kita yang  abai, atau kurang peduli terhadap ritme kerja dan budaya kerja. Sebagai rekanan seprofesi, kadang kita abai, mengenai kesehatan jiwa atau emosional teman-teman kita yang sekantor. Padahal, kita semua paham, bahwa iklim pekerjaan di kantor, amat sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas.

Advertisements