Hasil gambar untuk bayang-bayangSaat, anak-anak kita  jauh dari kasih sayang orangtuanya, mereka dekat dengan ‘pelukan media sosial’. Saat mereka jauh dari sentuhan edukatif dari para guru di sekolah, mereka malah masuk pada dekapan media sosial. Saat kehausan, mereka malah mereguk kekeringan makna dari  media sosial. Saat itulah, generasi kita, menjelma menjadi generasi maya atau bayang-bayang.

Dalam dua bulan terakhir, kita mendapat informasi, bahwa informasi yang berseliweran di dunia maya itu, ternyata ada yang “nyeting”.  Kelompok Saracen, misalnya, untuk saat ini, diduga sebagai pelaku dan produsen ragam informasi yang menyebarkan ujaran kebencian, dan berita bohong (hoax).

Dengan diungkap dan tertangkapnya, kelompok ini, diharapkan, masyarakat, kita semua, mengurangi atau menghapus kebiasaan menyebarkan informasi bohong, kepada masyarakat, atau setidaknya, jangan menjadi bagian dari penyebar hoax itu sendiri.

Kita bisa bayangkan. Jika anak muda kita, generasi muda kita, atau anak-anak kita,  banyak bergelut dengan dunia maya yang dikuasai oleh berita bohong, atau berita palsu.  Saat, anak-anak kita  jauh dari kasih dan sayang orangtuanya, mereka dekat dengan ‘pelukan media sosial’.Kita tahu, dekapannya, sangat kuat dan erat, dan banyak manusia yang merasa sulit untuk melepaskan diri dari dekapan media sosial. media sosial, hampir sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap gerak langkah dan pikirannya, anak muda sekarang, termasuk generasi tuanya.

Saat mereka jauh dari sentuhan edukatif dari para guru di sekolah, mereka malah dengan dengan sentuhan media sosial. DIbandingkan harus bertanya kepada guru, mereka lebih percaya pada informasi medsos, yang hampir setiap hari datang, berganti, tanpa ada persaringan sedikit pun. Medsos sudah menjadi kelas belajar bagi setiap  manusia, dengan gurunya yang tidak jelas. Anonim !

Saat mereka kehausan, mereka malah mereguk kekeringan makna dari  media sosial. dalam situasi, bencana, jangankan air gunung yang bening, air hujan dan kotoran pun, akan dengan mudah dikonsumsinya. Saat itulah, generasi kita, menjelma menjadi generasi bayang-bayang.

Bila kondisi ini dibiarkan, mereka akan menjadi generasi maya, atau generasi bayang-bayang. Mereka berasa memiliki informasi, padahal, adalah kebohongan belaka. mereka memiliki banyak teman, padahal hanya sendirian. mereka memras memiliki pengetahuan, padagal adalah kepalsuan dan ujaran kebohonga.

 

Advertisements