Hasil gambar untuk bunuh diriPraktek bunuh diri di ruang publik, merupakan bentuk kesadaran alambawah sadar pelaku, untuk tetap bisa diakui sebagai anggota masyarakat.

Beberapa hari yang lalu, di Kota Bandung  dihebohkan oleh kelakuan dua perempuan, kakak beradik yang terjun bebas dari aparteen gateway . Akibat dari kelakuannya itu, sudah mudah ditebak.  Meninggal dunia. Kematiannya tersebut, tidak menghentikan masalah. Setidaknya bagi kita yang masih hidup, atau anggota keluarga yang ditinggalkannya.

Dengan kematiannya tersebut, kemudian menyisakan masalah. Bukan hanya masalah motif dibalik praktek bunuh dirinya, tetapi juga terkait dengan begitu mudahnya anak muda sekarang melakukan cara penyelesaian masalah dengan cara ekstrim serupa itu?

Bahkan, bagi kita, yang terbiasa dengan disiplin ilmu keruangan (geografi), dapat mengajukan pertanyaan, mengapa praktek bunuh diri, banyak dilakukan di ruang publik ?

Adalah konyol, kalau kita mengatakan, “mereka itu jahat, melakukan tindakan bunuh diri, di ruang publik, bagaimana kalau kelakuannya itu ditiru oleh anak muda yang lainnya ?”. Sebuah komentar logis, tetapi juga tidak relevan. Karena, orang yang kritiknya, sudah meninggal dunia. Walaupun, betul, secara pribadi, melakukan kejahatan di ruang terbuka, adalah bentuk ‘kesalahan sosial’ .

Dibalik masalah seperti itu, kita dapat melihat, bahwa ruang publik adalah  milik publik. Setiap orang yang hadir di ruang publik, akan diterima sebagai anggota. Mereka yang tidak hadir di ruang publik, akan diasingkan, terasing atau merasa diasingkan. Oleh karena itu, kelahiran bayi akan dipublikasi,  perkawinan pun dipublikasikan. Termasuk juga berita kematian. Hal itu, menggambarkan, bahwa orang yang meninggalkan pun, diharapkan masih diakui sebagai bagian dari anggota masyarakat.

Bila demikian adanya, saya masih melihat bahwa ada titik-sadar dari si pelaku bunuh diri. Atau, setidaknya, alam bawah sadar para pelaku bunuh diri itu, masih berharap, masih diakui oleh publik, sebagai bagian dari anggota masyarakat, setidaknya,  selepas kematiannya, mereka berharap masih bisa diurus oleh orang-orang yang masih hidup.

Dalam konteks itulah, praktek bunuh diri di ruang publik, merupakan bentuk kesadaran alambawah sadar manusia, untuk tetap bisa diakui sebagai anggota masyarakat.

Advertisements