Hasil gambar untuk garamIni adalah pernyataan yang menyakitkan. Menyedihkan. Juga, sangat membingungkan. “Mengapa, di negeri kita, yang notabene, adalah negeri martitim, bahkan, dalam kepemimpinan Jokowi-JK ini, kita menegaskan ingin membangun poros-maritim, tetapi, mengapa harga garam menjadi sulit dikendalikan?”

Perasaan. Bukan kali ini saja, ada sesuatu yang unik, atau aneh. Sebelumnya, kita pernah mengalami krisis minyak. Padahal, kita adalah salah satu negeri penghasil minyak bumi. Ini juga, aneh.,

Zaman orde baru, sempat mengklaim diri negeri dengam ketahanan pangan yang kuat, Kita siap menjadi lumbung padi, tetapi malah mengalami krisis pangan.

Dengan kata lain, bagi kita yang pernah mengalami hidup di era Orde Lama, Orde Baru, atau reformasi, bakalan banyak memiliki pengalaman, mengenai keanehan di negeri ini.

Indonedis, yang selama ini disebut sebagai negara yang kaya akan sumberdaya alam, eh, malah mengalami krisis sumberdaya alam tersebut.

Salah satu pikiran yang bisa muncul di benak kita adalah (1) komoditas ekonomi dalam negeri, tidak kita kuasa, atau (2) kta tidak berdaulatn dengan pengelolaan kekayaan alam itu sendiri. Hemat kata, bisa jadi, dalam kaitan ini, menggambarkan ada kesalahan manejeman atau pengelolaan sumberdaya alam.

Bagaimana kita bisa membangun poros maritim di negeri ini, jika kita sendiri, tidak berdaulat dalam mengelola kekayaan alam ini ?

Advertisements