Hasil gambar untuk densusMendengar istilah densus, makna dan efek psikologisnya agak berbeda dengan direkttorat reserse. Densus (detasement khusus), yang popular di negeri kta, yaitu densus 88, yang khusus menangani kasus terorisme. Oleh karena itu, mendengar kata densus, yaitu kelompok khusus dan fokus dalam menangani masalah negara. Anggota Densus secara awam terbayang sebagai prbadi yang tegas, tanpa kompromi dan tuntas dalam menangani musuh negara.

Bagaimana dengan densus narkoba ?

kehadiran densusnya sendiri, penting. Setuju. Dan itu sangat kita butuhkan. Bahkan, densus korupsi pun, harusnya dibentuknya juga. Karena, mau tidak mau, narkoba, korupsi dan terorisme aadalah musuh besar bangsa ini.

Hanya  saja, apakah kita, dapat melihat, ketegasan densus nerkoba akan sama dengan densus 88 ?

Densus 88, tanpa sepengetahuan orang, langsung gerebek, bahkan, tidak jarang adu tembak dengan pelaku. para pelaku pun, langsung diseret, dan dijebloska ke dalam tahanan. prosedur dan mekanisme penangangannya sangat cepat, dan tanpa kompromi.

Jika memang,  pelaku narkoba dapat diposisikan sebagai satu kejahatan besar bagi negara dan musuh besar bak  bangsa Indonesia, hendaknya densus narkoba pun tidak pandang bulu, khususnya kepada mereka yang menjadi pengedar.

Masyarakat takut dan ngeri kalau melihat densus 88 bergerak.  Sasaran atau korba, kalau tidak tertembak karena melakukan perlawanan, akan diseret ke meja pengadilan. dan tidak ada rehabilitasi.

Hal berbeda akan tampak dengan kasus narkoba. Kendati densus narkoba bisa menyeret orang ke meja pengadilan, tetapi setelah divonis, ada kemungkinan mereka itu direhabilitasi, dan selanjutnya ‘melanjutkan bisnis’nya di dalam penjara. Nah, kalau sudah begini, bagaimana “wajah dan karakter” densus itu bisa efektif memberantas peredaran narkoba di Indonesia ?

 

Advertisements