Hasil gambar untuk sanlat  di masjidUntuk kesekian kalinya, kita ada dalam suasana ramadhan. Bagi kita yang sudah berputra, atau bercucu, bisa jadi, sudah puluhan kali, hadir dan berada dalam suasana ramadhan. Namun, dari sekian kali, menjalankan ibadah suci ramadhan, bisa jadi, sudah puluhan renungan dan hasil refleksi yang sudah bisa dikemukakan.

Dalam keempatan ini, dan ini pun lebih bersifat mengulang, ramadhan itu, dapat kita lihat dari sudut geografik. Ramadhan adalah upaya pengkondisian, baik fisik maupun mental ke lokasi atau tempat suci (the sacre place).

Bila dicermati dengan seksama. Selama 11 bulan lamanya, manusia (khususnya kaum muslim), banyak yang terjebak di ruang-ruang duniawi, baik di kantor, pabrik, tempat bermain, tempat hiburan, atau pasar. Semua tempat tadi, sudah menjadi daerah formal dan rutin, dijadikan tempat aktivitas manusia.

Dalam pesepektif kenabian, Rasulullah Muhammad Saw bersabda,

خير البقاع المساجد وشرها الأسواق

“Sebaik-baik tempat adalah masjid dan seburuk-buruk  tempat adalah pasar” (HR. Ibnu Hibban dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 3271)

Tanpa bermaksud untuk menutupi nilai positif dari peran positif pasar, s ebagai sektor ril ekonomi, tetapi pasar dapat dimaknai sebagai simbol kehidupan duniawi, materi, atau profan.

Dalam konteks itulah, di bulan suci ramadhan, setiap muslim, magnet ramadhan, menjadi energi untuk menarik kemanusiaannya ke arah masjid.

Tarawih, tadarusan, ta’lim dan kegiatan lainnya, yang diharapkan bisa memakmurkan masjid, pada dasarnya, dapat diartikan sebagai pengalihan fokus perhatian umat Islam dari urusan dunia ke urusan akhirat, dari tarikan pasar ke tarikan masjid.

Dari sudut ruhani atau tasawuf, sudah tentu, pengalihan lokasi itu, tidak melulu fisik atau jasmani. Ramadhan dapat diartikan sebagai pengkondisian ruh, supaya   ruhani atau batin kita tetap makmur dalam suasana ‘masjid’, dan bukan dalam suasana ‘pasar’. dimanapun tempatnya. Karena, untuk zaman kita sekarang ini, ada orang yang berjiwa pasar di dalam masjid, dan tidak sedikit hadir orang soleh di perkantoran.

Advertisements