Hasil gambar untuk salman jokowiInilah hukum politik di masa depan. Kemitraan akan menjadi kebutuhan utama, bagi siapapun, dan negara manapun !

Apa yang menjadi target, dari kunjungan raja Salman ke Indonesia atau beberapa negara yang lainnya  ? sudah tentu, kunjungan bukan sekedar kunjungan, dan sebuah kunjungan, secara politik, tidaklah gratis. Ada biaya yang harus dikeluarkan, dan ada harga yang perlu diwujudkan.

Dalam konteks ini, Kunjungan Negara memiliki makna yang sangat kompleks, dan bahkan bisa liar.

Pertama, kunjungan mengandung makna politik. balas jasa, balas kehormatan, atau balasan politik terhadap apa yang sudah pernah dilakukan. Dari sisi ini, kunjungan bisa menegaskan mengenai kedekatan dan keeratan spirit politik antar dua negara.

Kedua, kunjungan adalah penguatan. Kepentingan dan kebutuhan, bisa jadi sudah pernah disampaikan. Tetapi, bila tidak pernah beremu langsung, makna kebutuhan bisa dimaknai kurang kuat. Sedangkan, dengan terjadinya pengunjungan oleh si pelaku, maka hal itu menggambarkan bahwa kebutuhan dan kepentingan itu sangat kuat, dan menjadi priortas.

Namun demikian, bisa jadi ada muncul pertanyaan, mengapa ArabSaudi seolah berkeinginan kuat untuk menjalin kemitraan dengan Indonesia, termasuk dalam bidang ekonomi ? apakah hal ini menggambarkan adanya krisis ekonomi di dalamnya, atau kepedulian kepada negara lain ?

Salah satu pelajaran penting, yang bisa dikemukakan di sini, dengan kemitraan yang dibangun Arab Saudi dengan Indonesia, menunjukkan bahwa sekaya apapun negara, sekaya apapun sumberdaya alam dalam negeri, kemakmuran yang berkelanjutan tidak bisa diwujudkan tanpa ada kemitraan dengan  negara lain.

Timut Tengah yang menjadi ikon negara Minyak, mau tidak mau, untuk menjaga kelanjutan pembangunan dan pemakmuran rakyatnya di masa depan, perlu membuka pasar baru, dan kemitraan dengan negara lain.

Inilah hukum politik di masa depan. Kemitraan akan menjadi kebutuhan utama, bagi siapapun, dan negara manapun !

Advertisements