Hasil gambar untuk khatib kartunKemana arah pemerintah, yang sedang menggodok adanya sertifikasi terhadap khatib ? Apakah hal ini, dapat diattikan sebagai bentuk kepedulian pemeintah terhadap pendidikan umat ? ata sekedar menyusun alat kontrol terhadap kaum intelektual elit agama ?

Mau tidak mau, diakui atau tidak, khatib dalam posisi umat Islam adalah salah satu posisi strategis. Khatib malah bisa diposisikan sebagai elit intelektual umat, yang hidup dan tumbuhkembang di masyarakat. Mereka hadir bukan karena perintah politik, atau kepentingan administratif, tetapi lebih sebagai tanggungjawab sosial kepada umatnya. Walaupun disisi lain, ada juga yang memanfaatkannya sebagai profesi ekonomi.

Ada banyak makna, terhadap agenda sertifikasi itu.

Pertama, sertifikasi merupakan bentuk pengakuan negara terhadap profesi khatib. Khatib yang selama ini, sebagai gejala sosial profesi sosial, dan cenderng ke arah pengakuan sosial, kini mulai diakui oleh negara. Bisa jadi, bila kebijakan sertifikasi profesi khatib ini, akan menyamai status (setidaknya dari sisi formal) dengan profesi guru, dokter, pengacara dan lain sebagainya.

Kedua, adanya indikasi akan keprihatian terhadap kualitas pelaku profesi khatib. Sertifikasi adalah upaya standarisasi terhadap pelaku profesi khatib. Hal itu, bermakna penting dan mendesak, untuk menjaga kualitas layanan keagamaan kepada umat.

ketiga, sertifikasi profesi juga bisa diartikan sebagai kontrol negara. dengan adanya sertifikasi profesi, negara bisa mengontrol para pelaku yang tidak profesional atau tidak tersertifikasi.

Keempat, jika sudah disertifikasi, akankah profesi ini, perlu diperlakukan sebagai pekerjaan ekonomis ? akankah, ada  penghargaan yang disertarakan dengan sertifikat profesi khatib ? jika tidak ada, maka akan terjadi, apa yang disebut over-sertifikasi. Pekerjaan disertifikasi, tetapi tida diapresiasi scara ekonomi (dan sejenisnya).

Persoalan lanjutannya adalah, siapa dan bagaimana mekanisme sertifikasi profesi khatib ini bisa dilakukan ? bukankah selama ini, khatib adalah profesi yang lahir dari bawah, dari masayrkat, dan hadir atas dasar pengakuan ?

Bila hari ini, hatib harus disertifikasi, bagaimana dengan guru agama ? bila khatib dan guru agama disertifikasi, bagaimana dengan kekiyaian ?

Advertisements