“Pernah ke toko buku ? “ sudah tentu, kita sering ke toko buku.  Di toko buku yang kita kunjungi, kadang kita melihat majalah, buku atau Koran yang tertera di meja atau etalasenya. Tanpa disadari, kita mendekatinya, dan kemudian memegang dan membaca-bacanya.

Saat membaca buku, Koran, atau majalah di tokk buku itu, kita mendapatkan beberapa informasi. Tetapi, informasi itu, sekedar informasi  dan kurang memberikan manfaat kepada diri kita. Maka tidak aneh, bila kemudian, selepas merasa tidak penting atau tidak cocok dengan kebutuhan sendiri, kita akan meninggalkannya, dan beralih ke jenis buku yang lainnya.

Perilaku kita tadi, termasuk dalam jenis kemampuan atau kebiasaan membaca yang tidak dinamis, atau tidak aktif. Kita hanya membaca, tetapi tidak merasa ada keuntungan besar dari hasil bacaannnya tersebut.

Wacana ini, akan menguraikan dan mengulas kembali, mengenai jenis kemampuan membaca, yang disebutnya dynamic reading atau active reading.

 

Siapakah Pembaca Dinamis ?

Dengan memahami ilustrasi yang baru saja diungkap,  sudah tentu, secara otomatis, pikiran kita akan mengajukan pertanyaan, who is a dynamic reader ?  apakah kita termasuk orang yang bisa disebut pembaca dinamis ?

Pembaca dinamis (dynamic reader) adalah orang yang memiliki kebiasaan dan kemampuan membaca yang bertujuan. Si pembaca tersebut, memiliki tujuan khusus saat akan membaca.  Secara sadar, dia mencari, memilih, menetapkan, dan membaca secara intensif buku tertentu, dengan maksud untuk mendapat keuntungan khusus, sehingga bisa menjawab kebutuhan yang dimilikinya saat itu.

Jika kita membaca spanduk di pinggir jalan, baik itu tentang kampanye politik, atau iklan layanan masyarakat,  tidaklah termasuk pada jenis pembaca aktif atau pembaca dinamis.  Karena, perilaku itu, lebih  merupakan peristiwa tidak disengaja, dan sekedar sepintas lalu.

Akan berbeda kejadiannya, dengan seorang akademisi, yang berusaha untuk menganalisis isi, gaya, dan struktur dari iklan layanan masyarakat. Akademisi dari jurusan advertising, atau studi budaya, bisa memanfaatkan iklan layanan masyarakat, atau baligo kampanye politik sebagai objek kajian penelitiannya. Kebiasaan dan kemampuan si peneliti, yang tengah meneliti iklan layanan masyarakat, atau spanduk kampanye politik,  bisa masuk dalam kategori pembaca aktif.

Dalam prakteknya, ada beberapa pertanyaan kritis, yang bisa diajukan, sebelum, saat dan sesudah membaca dinamis.

Sebelum membaca, ada beberapa pertanyaan dasar yang bisa diajukan, yaitu (1) apa tujuan membaca ?, (2) apakah kita tahu, mengenai jenis bacaan yang akan dibaca, (3) apa pertanyaan yang ingin kita jawab ?

Kemudian, saat  membaca, dapat diajukan beberapa pertanyaan berikut, (1) apa tema yang sedang dibaca ?, (2)  bagaimana struktur sajian materi tersebut ?, (3) apa informasi penting dari bab ini ?, (4) apa tema  berikut ?

Sementara, selepas membaca teks, kita dapat mengajukan pertanyaan, (1) apakah informasi yang sudah didapat, sudah memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang kita ajukan ?, (2) apakah kita dapat meningkatkan keyakinan akan pengetahuan yang kita punyai saat ini, sehingga kita dapat mengambil kesimpulan yang lebih baik daripada sebelumnya ?

Refleksi Akhir

Target dari pembacaan ini, adalah mendapatkan informasi tambahan yang bisa membantu memberikan jawaban, atau meningkatkan keteguhan kita dalam menarik kesimpulan.  Bila saja, target ini tercapai,  setidaknya, tujuan dari membaca dinamis sudah tercapai sebagian.

Advertisements