Bismillahirrahmanirrahim, model geografiAlhamdulillah, berkah hidayah dan nikmat sehat yang diberikan Allah Swt, penulis mampu menyelesaikan impian ini. Impian lama untuk menuangkan pengalaman mengajar ke dalam bentuk wacana. Walaupun pada dasarnya, berbagai hal yang dalam buku ini, tidak seluruhnya pengalaman, ada juga pengetahuan, dan atau juga harapan. Hal itu, kelak akan pembaca temukan pada bab khusus dibagian akhir, yaitu wacana yang lebih  merupakan hasil kajian terhadap model pembelajaran dan media pembelajaran yang sudah beredar di masyarakat.

Bila selama ini, kita menemukan sejumlah model pembelajaran atau kajian kependidikan yang sangat text books, maka dalam kesempatan sekarang ini, penulis berusaha semaksimal mungkin untuk menyakinan profesi mengajar mengenai praktek mengajar dari apa yang teralami, terketahui dan teringinkan. Setidaknya inilah pengalaman mengajar, sebagaimana yang pernah dirasakan, dibaca dan diinginkan. Mudah-mudahan, apa yang dituliskan ini dapat memberikan rangsangan kepada rekan seprofesi lain untuk turut juga ambil bagian dalam mempublikasikan pengalaman, pengetahuan dan pemikirannya.

Dalam konteks yang berbeda, hasrat menulis karya ini atau semangat yang dimiliki ini, tiada lain karena terinspirasi oleh pesan moral Rasulullah Muhammad Saw. ”sampaikanlah olehmu, walaupun hanya tahu satu ayat…” Sekali lagi, kendati dalam konteks yang berbeda, spirit mengkomunikasikan pengetahuan, pengalaman atau pemikiran ini, kiranya tetap perlu diacu sebagai buah dari inspirasi Rasulullah Muhammad Saw dalam hidup ini. Dengan spirit itu jugalah, kendati pengetahuan atau pengalaman mengajar geografi ini sangat sedikit (hanya satu ayat atau satu bait atau satu kali atau satu model), tetapi terbakar semangat untuk bisa mengkomunikasikannya kepada rekan seprofesi lainnya.

Di lain pihak, memang terdapat sejumlah alasan untuk menulis tema ini. Alasan yang paling praktis, kerap kali saya pribadi mengalami kesulitan untuk menemukan model pembelajaran yang cocok untuk diterapkan di kelas. Bila harus membaca ke sana ke mari, harus beli buku ini dan buku itu, kadang membutuhkan waktu yang tidak sedikit.  Memang, kita sudah dimanjakan dengan internet, sebuah teknologi yang dapat dengan cepat membantu kita menemukan informasi yang kita inginkan, tetapi bagi banyak kalangan dan banyak pihak, informasi itu kurang bisa diterapkan secara praktis, terlebih lagi banyak yang menggunakan bahasa asing. Karena alasan itulah, kebutuhan untuk memiliki panduan praktis mengenai model pembelajaran menjadi kuat dalam diri ini.

Di sisi lain, tuntutan untuk membuat karya ilmiah, khusus PTK (Penelitian Tindakan Kelas), tidak bisa dipisahkan dengan kebutuhan guru untuk mempelajari variasi model pembelajaran. Dalam wacana yang saya sampaikan, untuk konteks kegeografian, saya sebutnya PTR (Penelitian Tindakan Keruangan).[1] Model pembelajaran inovatif dengan PTK, seolah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. PTK adalah sebuah tindakan praktis dalam memperbaiki layanan pendidikan. Kualitas pendidikan tidak akan dapat berubah menjadi lebih baik, bila kita tidak memperhatikan dan memperbaiki aspek model atau strategi pembelajaran.  Karena alasan serupa itulah, maka belajar mengenai model pembelajaran menjadi sangat penting.

Paparan yang ditampilkan dalam  buku ini, diusahakan semaksimal mungkin sebagai sebuah uraian yang singkat, sederhana, dan praktis. Sehingga guru di lapangan, atau mahasiswa pendidikan geografi umumnya dapat dengan mudah memahami variasi model pembelajaran tersebut. Sejumlah uraian yang dikembangkan dalam wacana ini, merupakan pengalaman pribadi dalam menjalankan tugas profesi sebagai guru geografi, dan sebagai tindak lanjut dari hasil Pendidikan dan Latihan Profesi Guru di akhir tahun 2012.

Akhirnya, penulis perlu ucapkan terima kasih kepada beberapa pihak, khususnya yang membantu memberikan informasi mengenai model pembelajaran kreatif dan inovatif, sehingga bisa meningkatkan kualitas dan kegairahan kita dalam belajar dan mengajar.

Wacana yang disajikan dalam buku ini, bukanlah pilihan terbaik. Wacana ini, hanya pilihan yang penulis anggap mudah dan bisa diterapkan dalam praktek mengajar di kelas. Oleh karena itu, bila ditemukan sejumlah informasi mengenai inovasi pembelajaran yang lainnya, maka, itulah pembelajaran yang perlu kita perhatikan pula.

Belajar terus, terus belajar, dengan itulah kita bisa mempertahankan kualitas diri kita, dan meningkatkan kualitas pelayanan sehingga melahirkan generasi muda yang berkualitas

Secara khusus, ucapan terima kasih ini, kami sampaikan kepada komunitas MGMP Geografi Kota Bandung dan Asosiasi Pendidik  Geografi Indonesia (APGI). Kang Latief, Kang Mustar, Kang Agus, Kang Abdurrahman, dan Iis serta bu Cucu, yang seringkali mengingatkan untuk terus berkumpul dan berdiskusi mengenap pendidikan geografi di Kota Bandung. Ucapan ini pun, penulis sampaikan pula kepada Kyai-nya Geografi, Dr. Mamat Ruchimat, dan Dr. Ahmad Yani, juga gurunya guru geografi di UPI, yaitu Prof. Dr. Nursid Sumaatmadja  dan Dr. Epon Ningrum. Terima kasih atas dorongan, dan ilmu yang sudah diwariskannya selama ini.

Khusus untuk Dr. Mamat Ruchimat dan Prof. Dr. Enok Maryani, barangkali inilah, kemampuan penulis untuk menjawab tantangan yang diajukan tempo hari. Bila tempo hari, masih ada keraguan akan keprofesianku sebagai tenaga pendidik (guru) di sekolah, masih ragu akan kegeografianku, maka hari ini, mohon maaf, di sini, ingin berujar, “Pak, Bu, inilah Aku, Aku masih sebagai guru, bukan yang lain…”. “Aku adalah ABG-B adalah Aku Bukan Guru Biasa”. Karya ini, sebagai bentuk penghormatanku kepada para guru, dosen, dan orangtua yang sudah mengajari hidup yang lebih baik.

Setiap membuat kata pengantar, senantiasa teringat kepada Dr. Darun Setiadi. Semoga sehat selalu, dan inilah bakti adikmu terhadap profesi ini. Asahan keilmuan, penulis dapatkan juga dari Iwan Rosadi, MPd., dan Kokom Komariah,   M.P.Fis, serta guru-guru di MAN 2 Kota Bandung dan di MAS/Mualimin Manbaul Huda.  Ucapan terima kasih, akhirnya patut disampaikan kepada keluargaku di rumah, dan di kampung halaman. Istriku, Winda, dan anak-anakku, Iqbal Fahdil Tresnadarma, serta Muhammad Aidil Fathir Sudarma, semoga kalian semua mendapatkan berkah dari setiap langkah dalam hidup ini. Amin.

Terima kasih kepada semua, terima kasih atas semuanya. Semoga Allah Swt memberkahi dan melindungi kita semua. Amin.

[1] Momon Sudarma,2014, Metodologi Penelitian Geografi : Ragam Perspektif dan Prosedur, Jogjakarta : Graha Ilmu.

Advertisements