http://3.bp.blogspot.com/-fVIYr5QL964/VPj8BuC_nsI/AAAAAAAABZE/n3PeN5Drbnw/s1600/

Luar Biasa. Itulah yang banyak tercetus para peserta Ujian Kompetensi Calon Kepala Madrasah. Mereka mengungkapkan hal itu, dilatari oleh pengalaman, perasaan, dan juga opini terhadap apa yang terjadi saat itu.

Hal pertama, yang banyak dirasakan oleh para asese (sebutan untuk peserta assesment calon kepala) yaitu adanya suasana ketegangan. Ketegangan dirasakan, karena dalam suasana itu bak seorang siswa yang sedang UN (ujian nasional).

mirip siswa, yang sedang UN. tegang, resah. galau.

“silakan, ponsel disimpan di depan…., tas juga.”, himbauan dari sang panitia. Hanya saja, memang, suara itu, terasa memekik dan memekakan telinga. bagaimana tidak dibilang begitu ? harapan, impian saat itu,  membuncah dengan kegalauan.

Pada sisi lain, untaian kata yang merangai menjadi sebuah soal dalam instrume penilaian, tampak begitu rapat, dan komplek. Bukan hanya dahi yang mengernyit, nalar pun ditantangnya untuk berputar tujuh keliling, dan yang kedelaannya. Pusing !!!!

Memang tidak semua orang merasakan hal itu. Tidak semua soal memang begitu. Tidak seluruh detik berlalu dengan suasana begitu.

Rona-rona keceriaan,  sempat pula muncul di beberapa penjuru. sejumlah calon kepala yang sudah memiliki tiket menjadi kepala hasil asesment beberapa tahun yang lalu, dijanjikan untukmemanfaatkan ‘tiket’ tersebut dalam megisi kekosongan jabatan tahun 20162017.

Advertisements