Unik. Bahagia, dan ada motif besar untuk mengabadikan kenangan, serta memublikasikan keindahan alam. Itulah dasar pokok, yang banyak dirasakan oleh para peserta Geotrek kali ini.

Kami, adalah sedikit orang yang mencoba merasakan agenda geotrek. Menurut Kang Bach ( T. Bachtiar), pelaku utama Geotrek dari tanah Pasundan ini, mengartikan geotrek sebagai upaya sadar manusia dalam menafsirkan bumi. Alam Indonesia, atau Bumi Maritim Indonesia, adalah kekayaan yang tidak terbatas. Kita tidak bermaksud membicarakan asset material bumi Indonesia, tetapi lebih menekankan pada aspek keindahan alam atau keindahan Bumi Indonesia.

Dari dasar samudra hingga puncak gunung, dari pinggir hutan hingga pusat kota, terdapat banyak ragam kenampakkan (manifestasi) gejala alam. Saking kayanya tersebut, sulitlah kita menghitung jumlah fenomena indah atau objek wisata yang ada di Indonesia, dan sulitlah kita hendak mengabaikan keindahan itu. Tidak ada yang bisa melewatkan atau mengabadikan panorama alam Indonesia, hasratnya justru adalah untuk mengabadikannya.

Untuk sekedar contoh,  selama dua atau tiga hari terakhir Pendidikan dan Latihan Pengenalan Geologi dan Sumber Daya Mineral yang diselenggarakan PUSDIKLAT Geologi,  para
peserta tampak tidak henti-hentinya mengabadikan setiap titik perjalanan Geotrek kali ini.  Setiap langkah tampak i
ndah, setiap titik terasa unik. Setidap langkah terasa ingin dekat kamera, disetiap titik terasa ingin narsis.

Hingga pada ujungnya,  menurut komentar teman-teman peserta diklat kali ini, Geotrek kali ini, benar-benar menjadi geotret….dikit-dikit jepret..dikit-dikit motret. Itulah irisan geotrek dan geotret, yang didekatkan oleh rasa kekaguman dan kebutuhan…..

Kami berpose karena hendak mengabadikan,  keindahan. Itulah setidaknya, kata para pelaku geotret kali ini.

Tidak ada yang salah dengan hal itu, asalkan hati-hati saja. Saat geotret itu, kita menghadap
i medan yang tidak biasa dan tidak mudah. Selamat menikmati indahnya alam, dan nikmatnya geotret…

 

Advertisements