Bila dicermati dengan seksama, ruang lingkup geografi pendidikan itu begitu luas. Landasan pemikiran dari geografi pendidikan, memang dirujukkan pada geografi manusia (human geography), dibandingkan pada geografi fisik. Namun demikian, dalam konteks tertentu, geografi fisik pun menjadi sangat penting untuk kajian-kajian geografi pendidikan.

Dalam hal ini, kita dapat merinci ruang lingkup kajian geografi pendidikan. Pertama, mengkaji ruang, tempat atau lokasi pelaksanaan pembelajaran. Geografi pendidikan dapat mengkaji mengenai tempat, lokasi atau ruang belajar siswa, baik dalam konteks ruang kelas, persekolahan atau lingkungan persekolahan. Perhatian terhadap lingkungan sekolah (ecology school) menjadi focus pertama dalam kajian ruang aktivitas pendidikan. Ruang lingkup kajian ini, kita masukkan dalam konsep geografi pendidikan (geography of education)

Kedua, isu-isu pendidikan. Kajian ini memang sangat luas. Karena itu, dalam konteks ini, yang menjadi kebutuhan geograf itu adalah menarik isu-isu pendidikan ke dalam konteks geografi, atau memanfaatkan perspektif geografi dalam menganalisis isu-isu pendidikan.

Pemerataan pendidikan, aksesibilitas pendidikan, kualitas pendidikan, layanan infrastruktur pendidikan serta system pendidikan merupakan isu pendidikan yang kerap muncul ke permukaan. Posisi geograf adalah membantu memecahkan masalah-masalah tersebut ke dalam konteks geografi. Untuk yang kedua ini pun dapat kita sebut geografi pendidikan (geography of education), atau lebih khususnya lagi yaitu geography about education atau geografi untuk pendidikan (geography for education).

Ketiga, perilaku masyarakat dalam merespon perubahan (inovasi) atau isu sosial. Dalam hal ini, geografi pendidikan, sama halnya dengan geografi humanis mencoba menganalisis perilaku masyarakat dalam merespon isu-isu pembangunan, perubahan sosial atau dinamika sosial budaya yang berkembang di masyarakat. Karena itu, kajian ini menggambarkan bahwa geografi pendidikan masuk ke wilayah pendidikan luar sekolah, bukan sekedar di persekolahan.

Keempat, hal yang tidak kalah pentingnya lagi, yaitu mengkaji mengenai posisi geografi dalam pendidikan (geography in education). Dalam bahasa sederhananya, apakah pengembangan pendidikan, pelayanan pendidikan, dan interaksi belajar di kelas sudah mempehatikan aspek-aspek geografik ?

Suatu saat, anakku yang belajar di SD protes, ‘mengapa tempat duduknya dipindahkan ke bangku yang paling belakang, padahal dia bermaksud supaya bisa belajar serius dengan menempati kursi paling depan ?” setelah dikonfirmasi, ternyata pihak guru memberlakukan hal itu, dengan maksud dan tujuan tertentu, yaitu meningkatkan keterfokusan siswa lain dalam belajar, yang selama ini kurang terperhatikan, dan kerap mengambil posisi duduk di belakang. Dengan kata lain, sang guru sudah memahami masalah tata ruang tempat duduk siswa, sebagai bagian pokok dalam meningkatkan layanan pembelajaran di kelas. Hemat saya, sikap guru tersebut, sudah cukup jeli dalam memahami ‘geografi kelas’.

Aspek lain, yang juga bisa dijadikan bagian penting kajian geografi dalam pendidikan, yaitu mengenai posisi geografi dalam kurikulum, kebijakan persekolahan, praktek layanan pendidikan, serta perlakukan sekolah terhadap lingkungan, merupakan beberapa point masalah yang bisa dikaji dalam bidang geografi pendidikan.

Advertisements