pasar gelapKita sering menggunakan istilah Black Market (BM).  jika kita sudah terbiasa dengan istilah ini, secara sosiologi, sesungguhnya bisa dicari dan dirumuskan mengenai subsistem lainnya. Mau tidak mau, sebagaimana yang dipahami kalangan sosiolog dan antropolog, bahwa sebuah sistem sosial, akan memiliki subsistem lainnya.Black Market, atau pasar gelap, atau dalam bahasa orang Bandung, yaitu togel (toko gelap), adalah subsistem dari ekonomi bawah tanah (underground economy).

Di sini, kita tidak membincangkan problema definisi dari konsep ekonomi bawah tanah (underground economy). Sehubungan dengan banyaknya istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan praktek ekonomi bawah tanah ini,  butuh analisis yang panjang untuk membedah konsepnya.

Hal yang penting, di sini, karena di masyarakat sudah terbisa mendengar istilah pasar gelap (black market), maka padanan unuk ekonomi bawah tanah, akan digunakan istilah ini.

Perlu diingat, bahwa Pasar adalah tempat transaksi. Pasar tidak berdiri sendiri. Di pasar pasti ada komponen lain yang turut meramaikannya.

pertama, ada yang subsistem pengusaha gelap (black entrepreneur), mereka adalah pelaku di sektor ekonomi bawah tanah.

kedua, ada pembeli gelap (black costumer), mereka adalah orang yang memanfaatkan layanan ekonomi bawah tanah.

ketiga, alat tukarnya disebut uang gelap (black money).

Keempat, akumulasi dari hasil transaksi di pasar gelap, disebutnya pendapatan gelap (black income),

kelima, jika negara tidak memiliki kejelasan dan ketegasan sikap, dan atau malah mendukungnya, maka di negara itu berarti ada yang disebut kebijakan gelap (black policy).

sementara yang terakhir, yaitu hadirnya pada pendukung, backing atau aparatur yang mengkondisikan tercipatnya pasar gelapl, dan itulah aparatur gelap (black apparatus).

 

 

Advertisements