Lebaran kebanyakannya menjadi akhir dari perbuatan baik dan kebaikan. Kiranya itulah yang tampak di masyarakat. Padahal sejatinya bukan begitu. Selepas lebaran, harusnya tetap bisa berbuat kebaikan.Untuk sekedar solusi, kiranya dapat membuata resolusi (rencana) melakukan kebaikan di pasca lebaran ini !

Sebagaimana yang tampak di masyarakat, kecenderungan lebaran dijadikan akhir dari perbuatan baik dan kebaikan, sangat kental. Semula rajin shalat malam (tarawih), kini mulai ditinggalkan. Semula kerap menjaga makanan (shaum), kini mulai mengkonsumsi makanan tanpa kendali. Dan masih banyak lagi.

Sudah banyak penjelasan dari para ustadz, atau dari para penceramah mengenai hal itu. Mereka sudah begitu rajinnya tanpa merasa bosan mengingatkan, menyindir, atau memberikan nasihat kepada umat, untuk bisa menjaga amalan ramadhan di sebelas bulan berikutnya.

Tetapi, apa dikata. Ucapan dengan ungkapan, kiranya menjadi sesuatu yang kurang begitu mengena di hati masyarakat. Menjadikan lebaran sebagai akhir dari perbuatan baik dan kebaikan, terus terjadi dan hamper menggejala di masyarakat.

Untuk menengahi masalah ini, kiranya ada satu trik yang bisa dikembangkan oleh kita semua. Yaitu membuat resolusi pasca lebaran.

Apa yang dimaksud dengan resolusi pasca lebaran ? resolusi pasca lebaran adalah menetapkan satu atau beberapa rencana perubahan untuk memperbaiki kualitas kehidupan kita, di masa-masa selepas lebaran.

Bisa jadi benar. Bagi kebanyakan orang, kalau seluruh tradisi ramadhan dikerjakan, cukup terasa berat dijalaninya. Tetapi kiranya, bila kita membuat resolusi, untuk melakukan satu amalan ramadhan untuk dikerjakan secara rutin di pasca lebaran, hal itu akan memutuskan kebuntuan makna lebaran sebagai akhir dari perbuatan baik dan kebaikan.

Perlu diingatkan kembali, posisi kita hari ini, adalah posisi “nol” atau fitrah, untuk menjaga kefitrahan itu, perlu ada pemupukkan yang tepat dan bergizi. Sebelas bulan itu, bukan hal waktu yang sedikit atau pendek. Sebelas bulan itu adalah waktu yang panjang. Halang rintang sangat kompleks.

Sehubungan hal itu, kebutuhan untuk menetapkan resolusi pasca lebaran, dengan maksud untuk menjaga kebaikan dan meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan kita menjadi sangat penting.

Secara sederhana, diri kita masing-masing dapat menetapkan resolusinya sendiri, sesuai dengan misi hidup yang lebih baik. Misalnya :

“saya bertekad untuk memulai menabung untuk ibadah haji”

“saya bertekad untuk merutinkan kembali membaca al-Qur’an.”

“saya bertekad akan merutinkan setiap minggunya menyantuni fakir miskin”

Atau dalam konteks umum, dapat membuat resolusi :

“saya bertekad untuk menulis sebuah buku tentang kehidupan beragama”

Atau dalam bentuk lainnya.

Itulah upaya sadar kita untuk mengubah kehidupan kita. Selamat mencoba !

Advertisements