Setiap pemateri atau instruktur Kurtilas, dengan lantang (atau mungkin latah), menggunakan konsep pendekatan saintifik. Di setiap mendengar ucapan itu pula, setiap diantara kita dapat mengajukan pertanyaan, mengenai apa yang dimaksud dengan istilah ‘pendekatan’ tersebut.

Pengajuan pertanyaan ini, bukan karena istilah itu termasuk istilah asing, atau istilah ilmiah, tetapi juga, karena dalam pendekatan saintifik pun, keterampilan bertanya, menjadi hal pokok yang harus dimiliki oleh setiap pembelajar. Karena itu, adalah hal wajar dan alamiah, jika kemudian kita pun patut untuk mengajukan pertanyaan mengenai makna dibalik istilah “pendekatan”.

Istilah pendekatan, dirujuk pada kata “approach” dalam bahasa Inggris. Makna yang terkandung dalam konsep itu, (a) a way of dealing with something, atau (b) come near or nearer to (someone or something) in distance.[1] Pendekatan adalah sebuah cara untuk mendekati sesuatu. Pendekatan adalah upaya seseorang untuk mendekati, karena adanya sebuah jarak antara dirinya dengan yang lainnya.

Dalam aplikasi itu, ditampilkan juga sinonim dari kata yang diacukan pada konsep approach. Sejumlah istilah yang dianggapnya sinonim itu, yaitu “method, procedure, technique, modus operandi, MO, style, way, manner, strategy, tactic, system, means”.

Sehubungan hal itu, maka istilah pendekatan saintifik, bisa diartikan “metode saintifik, atau prosedur,gaya mengajar, atau cara mengajar, atau taktik mengajar” yang menekankan keilmuan (keilmiahan). Bila dikaitkan dengan praktek mengajar, maka pendekatan saintifik pun, bisa diartikan ‘gaya mengajar’  atau model pembelajaran.

[1] Penjelasan ini, dapat dirujuk pada https://translate.google.com/#auto/id/approach.

Advertisements