Pernahkah mendengar penjelasan bahwa belajar matematika itu, juga bisa dikaitkan dengan masalah kesehatan ? seni, bahasa dan belajar masalah-masalah social ? ok !, mungkin sudah ada diantara kita yang pernah mendengar masalah itu. Tetapi, untuk adik-adik di SD, SMP dan SMA atau Aliyah, mungkin agak asing ya.., mendengar ungkapan itu. Karena, selama ini, bila kita mendengar kata matematika, selain menyeramkan, juga amat sangat bergelut dengan angka-angka! Betul kan ?

“ya, iyalah, emang masalah buat lho…?”

Untuk yang satu ini, kita memang perlu belajar lagi mengenai  hakikat matematika itu sendiri.  Barangkali untuk kepentingan itulah, Claudia Zaslavsky (1993), tentang matematika multicultural, menjadi penting untuk dipelajari.[1]

Apa yang disajikan oleh Claudia Zaslavsky ? dalam bagian pengantarnya, dia bilang bahwa dalam buku itu terdapat 58 aktivitas belajar. Pembelajarannya, mulai dari latar belakang konsep, belajar berbasis masalah, pemecahan masalah, menerapkan pembelajaran cooperative learning, dan yang tentu lebih penting lagi, yaitu mengarahkan pada penguatan pengetahuan serta keterampilan berfikir kritis. Claudia Zaslavsky dengan yakin mengatakan bahwa generasi muda sekarang perlu belajar mengenai keterampilan berfikir kritis, dan matematik memiliki potensi atau tanggungjawab akademik untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi masalah hidup di hari ini dan masa depan.

Perhatikan ini,  1:  …..   lambang apa itu ?

Eh, ternyata, itu lhoh, angka-angka yang digunakan oleh suku bangsa Maya yang sempat menghebohkan dunia dengan ramalan kiamat di tahun 2012 lalu itu. Mereka menggunakan symbol (titik .)   untuk angka bernilai 1, dan  garis ( ______ )  untuk angka bernilai 5. Jadi huruf itu, bisa diartikan  (9 x 1 = 9).

Selepas itu dipelajari, kemudian permainan dilanjutnya dengan TAT (think about this). Apa yah,  makna dari permainan itu bagi kehidupan manusia ?

Wah, uniknya lagi, bukan hanya permainana matematika suku bangsa Maya aja lho! Kita pun, bisa  mendapatkan informasi mengenai seni geometric Islami. Ternyata, kerangka seni Islam, seperti dekorasi kaligrafi atau design itu juga,selain memiliki nilai seni, ada nilai matematik dan berfikir kritisnya…

Selain itu, masih banyak lagi permainan matematikanya. Sebagaimana dikemukakan tadi, mba Claudia Zaslavsky, menyajikan puluhan permainan matematika dengan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Soalnya susah-susah ? Ah, jangan pusing deh, karena mba Claudia Zaslavsky sudah membantu kita untuk menguci pengalaman belajar kita ini. Emm, maksudnya itu, di halaman akhir buku ini, ada kunci jawabannya juga lho…?


[1]Claudia Zaslavsky, 1993,  Multicultural Mathematics : Interdisciplinary, Cooperative-Learning ActivitiesPortland, Maine : J. Weston Waich, Publisher

Advertisements