Jakarta banjir lagi. Luapan air terjadi lagi. Kerugian, baik material, psikologis maupun juga jiwa, bermunculan dan bergelimpangan. Kejadian ini, lebih tepatnya, kejadian saat ini, seolah menunjukkan bahwa masalah banjir ini, belum bisa diatasi.

Banjir lagi. Banjir lagi. Berulang kali terjadi. Keluhan serupa pun, berulang lagi. Wacana. Pemikiran. Tindakan. Solusi. Usaha. Ikhtiar atau apapun istilahnya, sudah banyak dilakukan dan dikemukakan, namun masalah ini pun belum kunjung tuntas juga.

Mengapa hal itu terjadi, dan mengapa hal ini terus menghampiri kita semua ? adakah masalah mendasar yang memang belum terungkap ?

Entahlah. Apakah uraian ini pun merupakan satu jawaban, atau sekedar merimbuni wacana sehingga masalah ini, tambah ‘kelabu’ saja dalam kehidupan kita saat ini. Namun demikian, kendati begitu adanya, kiranya tetap perlu dikemuakan disini, bahwa memahami banjir, bukanlah masalah hujan saja.

Banjir di ibukota bukan  masalah hujan saja !

Banjir adalah fakta. Tetapi terjadinya banjir adalah system.  Bukan saja, dampak banjir yang sistemik, yaitu memperngaruhi ragam aspek kehidupan manusia, seperti sarana transportasi, ekonomi, bangunan, kesehatan, dan juga jiwa manusia.  Itu sudah tampak jelas, dampak banjir adalah sesuatu yang sistemik.

Hal pokok lainnya, penyebab banjir pun adalah bersifat sistemik. Bukan sekedar curah hujan tinggi, tetapi kondisi lahan, daya serap air, saluran air, kebersihan lingkungan, dan penataan ruang,termasuk sampah, semua itu memiliki sumbangsih terhadap kejadian banjir.

Meminjam istilah Robert W. Cristopherson (2012), bumi adalah sebuah geosystem. Dalam konteks bumi itu, ada subsistem lain yang menunjangnya,termasuk subsistem perairan di bumi, yaitu hidrosystem di bumi.  Sebagai sebuah system, maka penyelesaiannya bukan saja melihat kasus waduk, bendungan, atau curah hujan, tetapi juga terkait dengan budaya hidup kota, penataan lingkungan, dan system perairan.

Selain itu, karena air itu lintas wilayah, dan sungai pun lintas administrasi, maka tidak dapatdiselesaikan dengan sekedar oleh satu pemerintahan saja. Kerjasama dan koordinasi, serta keseriusan antar pemerintah daerah, dan masyarakat linats wilayah itulah, yang juga kita sebut sebagai sebuah pendekatan sistem dalam menyelesaikan masalah banjir saatini.

Advertisements