Saya termasuk diantara orang yang mengagumi permainan Lionel Messi, pesepakbola Barcelona (2013) asal dari Argentina. Dalam benak ini, sepanjang dia tidak dalam keadaan cidera, tendangannya, kocekannnya,  atau gaya permainannya secara keseluruhan menunjukkan kejeniusan dalam olahraga sepakbola ini.

Bagi sebagian orang, mungkin keterampilan Messi itu adalah sebuah kecerdasan  kinestetik, dan tidak ada kaitannya dengan kecerdasan spatial atau geografik. Bagia kebanyakan orang memandang, bahwa kecerdasan yang dimiliki Messi adalah kecerdasan dalam olahraga  atau olahtubuh dalam memainkan bola dengan kaki.

Apresiasi itu merupakan apresiasi  sepenggal, atau lebih tepatnya, hanya melihat dari satu sisi saja. Coba perhatian dengan seksama, bagaimana kasus yang terjadi, bila operan Messi kepada rekan setimnya ? bagaimana kemampuan dalam melesatkan bola kegawang ? bagaimana dia mampu memainkan ruang-sepakbola sebagai arena permainana yang indah ? adakah, hal itu hanya sekedar sebuah wujud dari kecerdasan kinestik (tubuh)belaka?

Dalam konteks itulah, pandangan Leon van Scaik (2008) kiranya perlu diapresiasi dengan proporsional.[1] Menurut Leon van Schaik, seorang pemain olahraga pun mampu menunjukkan kecerdasan spatial yang luar biasa. Melesatkan tendangan ke arah gawang, bukan sekedar kebiasaan dan kebetulan, tetapi juga merupakan sebuah perhitungan ruang yang luar biasa. Neymar, Ronaldo, dan Beckham, mampu mengocek bola dihadapan dua atau tiga orang lawan, dan kemudian melesatkan bola ke gawang lawan dari sudut tendangan yang sempit, dan mampu membobol gawang lawan. Pemain golf, pemain tenis meja, pemain tenis lantai, kerap kali mampu menunjukkan kecerdasannya melesatkan tendangan pukulan dari sudut sempit ke sudut strategis yang membuat lawan tidak  berkutik. Kemampuan membaca ruang dan gerak seseorang dalam konteks ruang-hidupnya, merupakan bentuk dari kejeniusan pesepakbola dalam memainkan ruang.

Tidak jauh berbeda dengan pembalap atau pengguna kendaraan di jalan.  Pernahkah saudara   memperhatikan jalan raya didepan kendaraan kita ? pernahkan kepikiran, mengenai ruang yang ada didepan kita, cukup gak buat kendaraan kiat menyalip kendaraan di depan ? bila kita salah perhitungan dalam memperkirakan ruang-salipan di depan kendaraan kita, resiko celaka bisa terjadi. Semenatra  pembalap profesional, atau pengendara yang cekatan, adalah pengendara  yang memiliki kecerdasan spasial yang berkualitas.

Merujuk pada pemikiran itu, kita bisa melihat bahwa makna dari kecerdasan ruang (spatial intelligence) itu bukan sekedar  berkaitan dengan gambar atau bentuk, tetapi termasuk juga dalam  memanfaatkan ruang  kehidupan. Kecerdasan spatial itu, bukan sekedar membaca peta, tetapi juga membaca ruang dalam konteks kehidupan sehari-hari. Sehingga, dalam kaitan itu, van Schaik malah menyebutnya sebagai kecerdasan kinestetik lingkungan (environments kinaesthetic intelligence).


[1] Leon van Scaik, The Mechanic Spatial Intelligence, sumber ww.wiley.com › … › ArchitectureGeneral & Introductory Architecture

Advertisements