Orang bermental besar, berfikir dari yang kecil. Orang bermental kecil, memikirkan HANYA masalah kecil. Orang bermental maju berfikir dari apa yang dihadapi. Orang pesimis, memikirkan Hanya apa yang terjadi saja.

KKarena itu, berubahlah ! masalah kecil itu perlu diperhatikan dan dipikirkan, tetapi  jangan sekedar HANYA. Mari kita bergerak DARI yang kecil, dan jangan sekedar HANYA yang kecil !

“tiap hari ngurusin masalah administrasi…” celetuk seorang karyawan dalam menilai pekerjaan pimpinannya. Sejak diangkat, hingga menjelang empat tahun terakhir ini, yang diurus hanya  masalah administrasi belaka. Urusan kehadiran, kehadiran dan kehadiran. Obrolan dari hari ke hari hanya itu saja.

Bagi teman-temannya yang lain, pendekatan seperti itu adalah hal baik. Benar, jika dikatakan bahwa kehadiran adalah kunci awal, untuk meningkatkan kinerja. Pemahaman itu adalah pemahaman yang tepat, atau lebih tepatnya disebut sebagai langkah awal yang tepat. Tetapi akan menjadi satu kekeliruan besar, bila meningkatkan kinerja hanya dari masalah kehadiran belaka. Terlebih lagi, bila dikaitkan dengan kebijakan lainnya.

Seorang karyawan yang tidak hadir satu jam, kemudian dipermasalahkan.  Di tegur. Di komentari. Dipanggil, dan bahkan uang makannya tidak dicairkan. Itu adalah hal yang baik, untuk sebuah teguran terhadap kinerja yang tidak baik.  Tetapi, yang menjadi unik, karyawan yang tidak hadir, hampir satu tahun lamanya, masih juga mendapat gaji bulanan.  Katanya, karena orang itu adalah pegawai yang memiliki saudara sebagai Anggota Dewan di Jakarta ?!  punya saudara di tingkat kementerian di Jakarta ?!

Aneh !! Aneh bin Ajaib !!

Di sinilah, kita melihat perbedaan nyata antara orang besar dengan orang kecil. Orang besar itu berfikir, bukan  hanya masalah kecil. Orang besar itu bukan berpikiran mengenai HANYA. Konsep HANYA itu, diperuntukkan bagi mereka yang berfikiran kecil. Setiap hari hanya memikirkan masalah-masalah kecil. Setiap hari hanya mempermasalahkan masalah-masalah kecil. Orang yang seperti itu, adalah ciri dari orang kecil, dan suka membesar-besarkan masalah kecil.

Membesar-besarkan masalah kecil ada ciri dari paranoid. Sedangkan mengecil-ngecilkan masalah besar adalah bentuk nyata dari kecerobohan

Orang besar itu bukan berfikiran HANYA. Masalah kecil perlu dipikirkan dan diperhatikan dengan seksama. Tetapi orang besar itu,berfikiran mengenai masalah organisasi dan kehidupan DARI  hal yang kecil. Saya ulangi, ciri orang yang akan menjadi orang besar itu, adalah memikirkan masalah DARI yang kecil, bukan HANYA yang kecil.

Perbedaan nyata dari kedua istilah ini, HANY A dan DARI, terletak pada kemampuan dari progresivitas atau kemajuan dalam berfikir dan bertindak. Perbedaan nyata dari kedua hal itu, terkait dari  kemajuannya dalam mengembangkan kinerja organisasi. Orang besar itu berfikiran DARI yang kecil menuju tujuan BESAR, sementar orang kecil, berfikiran HANYA  masalah-masalah kecil.

Persoalan ini, bukan sekedar kata atau ucapan. Tetapi, akan dan perlu dilihat dari aspek kemajuan dan perkembangan. Bila hari ini ada kemajuan dan perkembangan dari hari sebelumnya, orang terrsebut, dan hidup kita itu, adalah orang yang menunjukkan diri sebagai orang BESAR, yaitu hidup dan bergerak DARI yang kecil menuju yang besar. Tetapi, bila dari hari ke hari, tidak ada kemajuan dan HANYA berkutat dari m asalah itu saja, hal ini menunjukkan kita adalah orang kecil, yang memikirkan HANYA itu-itu saja.

Berubahlah ! masalah kecil itu perlu diperhatikan dan dipikirkan, tetapi  jangan sekedar HANYA. Mari kita bergerak DARI yang kecil, dan jangan sekedar HANYA yang kecil !

Advertisements