Tema besar yang diusung Janet Henshall Momsen dan Vivian Kinnaird, yaitu ‘kesatuan dan keragaman’ (unity and diversity).  Kesatuan dalam perspektif, konteks, isu atau fokus perhatian, yaitu   isu-isu gender dari perspektif geografi. Sementara keragaman yang dimilikinya, yaitu keragaman daerah, dan keragaman fenomena masalah kewanitaan pada setiap daerah tersebut.  berdasarkan kajian-kajian yang terkumpul dalam buku ini, disederhanakan, ternyata perbedaan tempat, menunjukkan adanya perbedaan gaya dalam menyuarakan masalah kewanitaan (different places, different voices). Beda ekspresi satu obsesi.

“wah, mengapa, tadi di ruangan tidak bicara begitu ? “ ujar seorang ibu, mengomentari temannya yang satu lagi.  Dia merasa aneh, terhadap perilaku beberapa teman seprofesinya, yang menunjukkan sikap berbeda antara dalam ruang rapat, dengan luar rapat. Dalam ruang rapat, tampak sebagai orang yang mendukung, dan terlihat  seperti orang yang ingin mendapat perhatian dari pimpinan. Diam seribu basa, dn tidak memberikankomentar sepatah katapun. Tetapi, selepas dari ruang diskusi, malah berbalik mengkritiknya. Dengan sejumlah teman-temannya, berbicara seperti orang yang kontra dengan apa yang disampaikan oleh pimpinan baru saja.

Mengingat hal seperti ini, kita diingatkan pada sebuah buku yang ditulis Janet Henshall Momsen dan Vivian Kinnaird (1993).[1] Buku ini  mengedepankan perspektif geografi feminis, dalam mencermati fenomena wanita, di sejumlah daerah, yaitu di Kawasan Asia, Afrika dan Amerika Latin. Inilah salah satu buku yang dengan tunas menganalisis mengenai femonena wanita, dari sudut geografi.

Janet H. Momsen adalah Professor di Jurusan Geografi Universitas Callifornia, dan  Ketua Komisi  Persatuan Geografi Internasional tentang Geografi dan Gender.  Sementara Vivian Kinnairdis adalah dosen di Jurusan Geografi University Sunderland.  Seiring dengan kualifikasingya tersebut, kemudian mereka mengumpulkan 21 tulisan. Tidak kurang dari 29 kontributor penulis dengan ragam latar belakang dan negara. Tulisan-tulisan itu, dikemas dalam satu buku, dengan judul yang sangat panjang, yaitu Different places, different voices: gender and development in Africa,  Asia, and Latin America. Diterbitkan London, oleh Routledge, sebuah perusahaan penerbitan kualitas internasional, dan suda diakui kualifikasinya.  Buku itu kemudian dikemas dalam 322 halaman, ditambah xviii bagian pembukaan, memberikan informasi yang sangat lengkap mengenai hubungan antara wanita, tempatm dan juga projek pemberdayaannya.

Buku bersifat kumpulan makalah. Makalah yang ada adalah pilihan dari sejumlah makalah yang disampaikan dalam Commonwealth Geographical Bureau Workshop, yang diselenggarakan di Universitas Newcastle, 1989. Hadir dalam pertemuan itu, hampir seratus orang mahasiswa, akademisi, atau praktisi geografi hadir, dari sekitar 40 negara dari negara-negara persemakmuran, ditambah dengan sejumlah partisipan dari Sewsdia, Islandia,  Norwegia, Belanda, Spanyol, Taiwan, Jepang dan Amerika Serikat.

Pendahuluan

Tema besar yang diusung Janet Henshall Momsen dan Vivian Kinnaird, yaitu ‘kesatuan dan keragaman’ (unity and diversity).  Kesatuan dalam perspektif, konteks, isu atau fokus perhatian. Buku yang diedit ini, memiliki kesamaan konteks yang dijadikan objek kajian, yaitu negara-negara yang  termasuk pada persemakmuran Inggris (Brtish Commonwelth). Perspektif yang digunakannya yaitu geografi. Isu yang dikajinya adalah isu-isu gender. Sementara keragaman yang dimilikinya, yaitu keragaman daerah, dan keragaman fenomena masalah kewanitaan pada setiap daerah tersebut.  berdasarkan kajian-kajian yang terkumpul dalam buku ini, disederhanakan, ternyata perbedaan tempat, menunjukkan adanya perbedaan gaya dalam menyuarakan masalah kewanitaan (different places, different voices).

Dalam memahami keragaman penyuaraan isu-isu kewanitaan itu, membutuhkan ada pemahaman yang proporsional terhadapnya.  Hal itu perlu dilakukan dengan maksud, supaya bisa memberikan pemahaman dan penemuan alternatif pemecahan masalah yang tepat sasaran.

Buku yang dianggit Janet Henshall Momsen dan Vivian Kinnaird, adalah buku yang menggunakan pendekatan regionalisme dalam memahami fenomena kewanitaan. Karakter ini tampak, baik dalam pembagian sub bahasan, maupun dalam konteks makalah-makalah yang diajukan oleh para penulisnya. Sejumlah negara yang ada di Afrika, dikaji oleh Elizabeth Ardayfio-Schandorf (Ghana), B.Hyma and Perez Nyamwange (Kenya), Victoria M.Mwaka (Uganda), Hazel Barrett and Angela Browne (Gambia). B.Folasade Iyun and E.A.Oke (Nigeria),  Kemudian, untuk kawasan Asia Selatan, dilakukan oleh K.Maudood Elahi (Bangladesh), Elizabeth Oughton, Parvati Raghuram, Rameswari Varma (India),  Vidyamali Samarasinghe, Yoga Rasanayagam, Anoja Wickramasinghe (Sri Langka). Untuk kawasan Asia Tenggara dan Oseania disampaikan oleh Nora Chiang (Taiwan dan Hongkong), Asmah Ahmad dan Amriah Buang (Malaysia), Peggy Fairbairn-Dunlop (Samoa), Daerah-daerah di kawasan Amerika Latin, dikaji oleh sejumlah ahli, yaitu Jane Benton dan Colin Sage tentang Bolivia, Donny Meertens dan Janet Townsend tentang Kolombia, Sarah Radcliffe mengkaji masalah  wanita di Peru.

Informasi dan Konstruksi

Meminjam pemikiran dari Elizabeth Ardayfio-Schandor, isu-isu gender  yang ada di sekitar kita ini, menunjukkan ada karakter  heterogen dan fragmentatif.  Heterogen karena ada perbedaan pola dan gaya ekspresi.  Fragmentasi sebagai gambaran lain dari belum adanya kesinambungan dan kolaborasi antara satu gerakan dengan gerakan lain.  Karena itu, Momosen dan Kinnaird, mengedepankan tawaran untuk mengembangkan pendekatan regionalisme dalam memahami isu gender, dan dalam mensikapi keragaman ekspresi tersebut. Karena sesungguhnya, obsesi dari setiap ekspresi itu adalah sama, yaitu menghormati wanita, mewibawakan wanita dan memberdayakan wanita. Ragam ekspresi satu obsesi.


[1] Janet Henshall Momsen dan Vivian Kinnaird . 1993. Different places, different voices: gender and development in Africa,  Asia, and Latin America. London : Routledge

Advertisements