Bedanya kejadian dengan pengalaman itu ada pada kemampuan kita menarik pelajaran dari peristiwa itu. Setiap orang bisa mengalami kejadian itu, tetapi banyak yang tidak menjadikannya sebagai sebuah pengalaman.

Pengalaman itu adalah  guru terbaik. Karena dari pengalaman itulah, kita bisa merasakan kebutuhan untuk menseriuskan langkah ke masa depan !

Bandung termasuk kota yang agresif dalam merespon kurikulum 2013. Itulah yang terungkap dalam pengantar workshop kali ini. Tidak tanggung-tanggung. Bukan saja, mereka yang ditunjuk pemerintah pusat untuk mencoba menerapkan kurikulum 2013, tetapi hampir seluruh sekolah menengah atas, baik negeri maupun swasta, baik SMA maupun SMK menjalankan agenda kurikulum 2013 ini.

“sudah dimulai kang, perangkatnya…?” tanya seorang guru swasta.

“belum..” jawabku polos. Jawaban ini tanpa beban. Tidak seperti biasanya, dan tidak seperti orang lain, yang kerap disertai dengan sunggingan senyum tanpa makna.

“wah sama dong, di kami juga belum beres, masih bingung…” ujarnya lagi.

“masih mending kalau belum beres di susun. Di lingkungan kami, Kemenag mah, belum disosialisasikan” ujarku, “karena kurikulum 2013 itu, akan diberlakukannya di tahun 2014 nanti..”  mendengar jawaban itu, mereka agak kaget. Kaget, bukan karena tidak tahu agenda Kemenag seperti itu, tetapi mungkin, tidak menyangka ada guru madrasah hadir di tengah lingkungan MGMP geografi Kemendiknas Kota Bandung.

Ya, betul. Saat itu, tengah diselenggarakan workshop MGMP Geografi Bandung dan sekitarnya. Hadir dari Kota Baru Padalarang atau  guru-guru dari sekolah yang ada di sekitar Kota Bandung, termasuk dari madrasah. Saat itu, saya sendiri wakil dari MAN 2 Kota Bandung, dan MAS/Mualimin Manbaul Huda Kota Bandung.

Agendanya sangat serius dan penting, yakni merumuskan Rencana Pembelajaran Geografi sesuai dengan panduan Kurikulum 2013. Penjelasan awal, atau stimulasi pemikiran disampaikan oleh Dra. Cucu Nuryati dari SMA 22 Kota Bandung, kemudian dari Kang Abdurrahman dari SMAN 4 Bandung.  Saya sendiri kebagian moderator.

Memang asyik hadir di tengah riuangan MGMP ini. Banyak informasi yang bisa didapat. Selain mengenali perkembangan implementasi kurikulum 2013, juga dapat bershilaturahmi dengan guru lain di luar rumah sendiri. Terima kasih Mba Ari, terima kasih bu Iis, hatur nuhun Kang Supri dan Dayat, dan juga yang lainnya.  Salut, Bandung memang sangat agresit dalam merespon kurikulum 2013 ini ! Karena, pengalaman mereka itulah, setiap peserta yang hadir, dapat menarik pelajaran penting dari perjalanan pelaksanaan kurikulum kali ini.

Bedanya kejadian dengan pengalaman itu ada pada kemampuan kita menarik pelajaran dari peristiwa itu. Setiap orang bisa mengalami kejadian itu, tetapi banyak yang tidak menjadikannya sebagai sebuah pengalaman.

Pengalaman itu adalah  guru terbaik. Karena dari pengalaman itulah, kita bisa merasakan kebutuhan untuk menseriuskan langkah ke masa depan !

Advertisements