Aktif di organisasi adalah belajar mengelola waktu dan mengatur diri. Setiap orang akan dihadapkan pada jumlah waktu yang sama, dan kadang dengan  masalah hidup lebih dari satu masalah.

Berorganisasi adalah berlatih menjadi pribadi yang mampu bersikap responsif dengan segala perubahan dan tantangan.

Seperti halnya, minggu depan akan dilaksanakan Ujian Semester, tetapi pada hari esok pula, kita harus melaksanakan program organisasi dan membantu ibu di rumah. Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan manajemen waktu, akan mengalami kesulitan dalam menghadapi masalah itu. Sedangkan, bagi mereka yang sudah terbiasa dengan manajemen waktu, akan merasa mudah dalam menghadapi masalah tersebut.

Seorang aktifis, dikondisikan untuk memiliki kemampuan cerdas mengelola waktu. Kalau, orang yang tidak ak, akan menghabiskan hidupnya, 24 jam untuk  satu kegiatan, sedangkan seorang aktvias, dituntut untuk menghabiskan waktu 24 jam untuk ragam kegiatan.

Dalam kaitan ini, bukan masalah fokus tidak fokus. Karena tuntutan hidup yang nyata, adalah kita akan dihadapkan pada lebih dari satu masalah. Dalam satu waktu, kita akan dihadapkan dua masalah atau lebih.  Karena itu, kita dituntut untuk belajar mengelola waktu. Berorganisasi, pada dasarnya adalah belajar mengelola waktu secara efektif dan efisien.

 

Self-Organization

Perhatikan dengan seksama, jika suatu saat Anda diberi uang Rp. 10.000 /hari. Apa yang Anda akan lakukan ? kemudian di minggu ke dua, ternyata Anda di beri uang jajan, Rp. 25.000 / hari ?  apakah, ada perubahan dalam pribadi Anda ?

Atau dalam kasus yang lain. Hari ini, Anda belum punya teman dekat. Tetapi suatu saat, Anda ketemu dengan teman dekat, dan ada merasa betah berkomunikasi dengannya. Adakah sesuatu yang berubah dalam diri Anda ?

Hampir  yakin, bahwa jawaban yang akan dikemukakan itu adalah “sama”, yakni  ada sesuatu yang berubah dalam diri kita. Perubahan waktu hidup, perubahan perilaku,dan perubahan pikiran. Perubahan-perubahan itu terjadi, adalah perubahan yang alamiah dalam diri kita. Yaitu perubahan pribadi kita, karena merespon kebutuhan dan tangangan baru.

Setiap orang, secara tidak  sadar,akan melakukan perubahan diri, perubahan manajemen diri, perubahan jadwal hidup, selepas ada tantangan baru. Proses seperti ini, sata sebutnya sebagai self-organization. Maksudnya, yaitu, setiap orang, secara  langsung maupun tidak langsung akan melakukan penataan ulang mengenai pribadinya, baik itu waktu, pikiran, dan perilakunya, seiring dengan ada kebutunan baru dan tantangan baru.

Aktif dalam sebuah kegiatan, termasuk aktif dalam sebuah organisasi, adalah berlatih menjadi pribadi yang mampu bersikap responsif dengan segala perubahan dan tantangan.

Kegagalan itu terjadi bisa diawali dari ketidakmampuan kita menetapkan aspek yang perlu direspon. Jangan sibuk merespon hal yang tidak perlu.   Kegagalan itu bisa disebabkan karena kita lebih memperhatikan aspek yang tidak perlu, daripada yang harus dilakukan.

Advertisements