Kita dituntut untuk bisa membedakan, antara potong harga dengan penurunan harga. Potong harga, adalah upaya pemasaran dalam menarik pembeli untuk barang yang sama, sedangkan penurunan harga, cenderung dilakukan dengan menurunkan kualitas dan bahan dasar !?

betul apa betul sih ?

“Harga tidak pernah berbohong”, ujar Ohim di sampingku.  Ucapan itu disampaikannya, saat berbelanja di salah satu kawasan wisata belanja di Kabupaten Cirebon. Dia tuturkan hal itu, bukan karena berbelanja di sini. Dia tinggal di Bandung, cukup lama bergelut dalam dunia usaha, dan cukup sering berinteraksi dengan produsen atau konsumen. Ragam orang yang dihadapinya. Di sore itu, dalam posisi sebagai pembeli yang sekaligus tidak bisa memisahkan diri dari jiwa pengusahanya, dia berani mengatakan hal itu. “Harga jual itu tidak pernah berdusta,”, katanya lagi secara berulang.

Di saat orang lain terhipnotis dengan harga jual, dia tampak cuek saja. Saat banyak orang sedang sakau dengan barang-baru yang ditawarkan, dia masih cuek juga. Saat orang lain mengalami ekstase dengan kebahagiaan-belanjanya, dia malah mundur selangkah demi selangkah, dengan tetap konsisten dengan kesadarannya tersebut. “Harga tidak pernah berdusta”.

Bagi mereka yang gila belanja, barang baru adalah informasi utama dalam benaknya. Memiliki barang baru menjadi obsesi dalam hidupnya.

Bagi mereka yang trauma dengan harga, harga murah menjadi impian dalam hidupnya, program obral adalah waktu yang dinanti-nantikannya.

“lima puluh ribu dapat dua. Silahkan, waktunya terbatas. Hanya di jalur tengah. Lima puluh ribu dapat dua…”  sebuah suara tanpa wujud, terdengar keras dalam ruang belanja tersebut.

Suara itulah, yang kemudian banyak menghipnotis, sejumlah orang yang ada di ruang belanja tersebut. Tidak ketinggalan, istriku berbalik arah, dan mengajukan pertanyaan, “dimana itu, di mana tempatnya, lima puluh ribu dapat dua…murah..?”

“Gak usah begitu banget bisa enggak sih…” jawabku. Mendengar komentarku seperti itu, dia merasa terganggu. Cemberut iya, kesal mungkin. Walaupun saya sendiri, tanpa  bermaksud menghalanginya mengunjungi tempat tersebut. Dalam rangka mengurangi resiko konflik, dan juga memberikan pembuktian terhadap sebuah kenyataan hidup, dilihatlah barang-barang tersebut. Kebetulan, tidak ada yang cocok. “Ah, Cuma barang itu aja, di kira bervariasi…” ujarnya, sambil menghindari dari lokasi itu.

Selesai sudah masa wisata belanja.  Sampai sudah di rumah. Barang-barang yang baru di beli itu pun, kemudian di kenakannya.  Hal yang mengagetkan, barang yang dibeli tadi siang itu, sebenarnya bukanlah barang obral, tetapi baru juga beberapa jam, sudah menampakkan hal yang mengagetkan.

“bret..bret…” retak dan sobek.

Melihat dan merasakan hal itu, saya hanya tersenyum, ‘harga itu memang tidak pernah berdusta…”

Di sinilah, kita dituntut untuk bisa membedakan, antara potong harga dengan penurunan harga. Potong harga, adalah upaya pemasaran dalam menarik pembeli untuk barang yang sama, sedangkan penurunan harga, cenderung dilakukan dengan menurunkan kualitas dan bahan dasar ? benar gak Sih ?

Advertisements