Perbedaan manusia dengan hewan, bukan terletak pada otaknya.  Perbedaan nyata antara dua makhluk itu, adalah pada masalah kreativitasnya. Hewan  memiliki otak, dan setiap manusia pun demikian adanya. Perbedaan kualitas antara kita, lebih didasarkan pada kreativitasnya dalam memberdayakan otak yang dimilikinya tersebut.

Selepas terpublikasikan buku  “Mengembangkan Keterampilan Berfikir Kreatif”, ada yang masih mengajukan pertanyaan  tersebut.  Benarkah bahwa kita ini adalah makhluk yang kreatif ?

Nada atau aura pertanyaan itu, diajukan dengan gaya dan suasana bathin yang beragam. Ada yang bernada ragu. Tidak yakin. Tidak percaya. Menguji. Bahkan ada juga yang bernada, meminta penjelasan lebih lanjut, sehingga mendapatkan keterangan lebih kumplit mengenai naluri kreatif pada diri manusia. atau lebih tepat, berharap mendapatkan  penjelasan lebih lanjut, supaya tambah yakin bahwa setiap manusia itu memang makhluk kreatif.

Sebagaimana dimaklumi bersama, dalam tulisan sebelumnya,[1] saya sampaikan bahwa hakikat manusia itu adalah makhluk kreatif (homo creative). Ini adalah perbedaan nyata antara hewan dan manusia.

Hewan memiliki otak, manusia juga demikian. Hewan bisa meniru, manusia pun bisa meniru. Tetapi, hal yang tidak dimiliki hewan, adalah kemampuan berkreasi (creation). Bukti nyata sangat jelas. Tidak pernah ada kisah yang menggambarkan bahwa gajah bisa mempebaiki cara mandinya di sungai, burung mampu memperbaiki sarang burung, atau lebah memperbaiki singgasana ratu lebahnya. Tidak ada kisah dan penjelasan mengenai hal itu. Gambaran tersebut meyakinkan kita, bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang bisa berkreasi.

Persoalan selanjutnya, adalah pembedaan antara kita dengan mereka. Apa bedanya, aku dan kau ? apa bedanya bangsa kita dengan bangsa mereka ? apa bedanya bangsa  zaman ini dengan zaman masa lalu ? apa bedanya  hari ini, dengan hari esok ?

Banyak  jawaban untuk pertanyaan itu. Banyak alternatif argumentasi untuk hal seperti itu. Tetapi, satu hal  yang perlu disampaikan di sini, kunci pembeda antara aku dan kau, bangsaku dan bangsanya, masa kita dengan masa lalu, zaman ini dengan zaman lain, adalah masalah kreasi. Kreativitas. Kehadiran kreativitas itulah yang kemudian membedakan antara satu masyarakat dengan masayrakat lain. Karena ada perbedaan kualitas kreativitas itulah, melahirkan adanya perbedaan peradaban.  Oleh karena itu, sekali lagi,  dapat ditegaskan di sini  bahwa kreativitas  adalah hakikat pembeda manusia dengan makluk lain, dan kualitas kreativitas seseorang menjadi pembeda dengan orang lainnya.


[1] Momon Sudarma. 2013. Mengembangkan Keterampilan Berfikir Kreatif. Jakarta : Rajagrafindo Persada.

Advertisements