Siapa yang menandatangani naskah Proklamasi Republik Indonesia ? “demi…tuhan, …..gak Pak ?!” jawab seorang siswa.

Ingatkah cerita itu ? Ya, itulah salah satu cerita yang dituturkan penceramah saat itu. Ustadz Komaruddin Saleh, dari Pesantren Al-Firdaus, saat memberikan wejangan bagi santri Mualimin Manbaul Huda tahun 2013. Di sini, kita kutipkan beberapa pesan yang tercatat dalam memori ini, dengan harapan dapat bermanfaat bagi kita di masa depan.

Di madrasah urang ieu, sakumaha temana, nyaeta Colour Knowledge and Islamic Attitude (teu dibacakeun dan teu bisa, bisi salah, ujar Ustadz Endang), nu penting mah aspek akhlakna. Kompetensina, mangga tiasa ditingali, di pameran atanapi bazaar, boh dina keterampilan, atanapi kemampuan nu sanesna (Ustadz Endang Hidayat).

Mulut ini memiliki dua pagar, yaitu bibir dan gigi. Tetapi, lidah ini masih tetap saja lepas kendali. Karena itu, hati-hatilah berucap, karena itulah kehormatan kita.  Kita ini memiliki telingan kanan dan kiri. Makna pentingnya adalah supaya kita bisa bersikap bijak dan seimbang. (Ustadzah Ifa Rufaidah).

Kepada rekan santri, saya mengajak untuk bisa berperan nyata. Karena bila melakukan kesalahan sewaktu di madrasah, kita masih bisa diingatkan oleh asatidz. Tetapi, jika hidup di masyarakat, kita dituntut mandiri, dan berperan nyata. Karena, kita bukan lulusan madrasah saja, tetapi kita adalah seorang santri (Ananda Birri Rahman).

Bukan kuantitas yang harus dikejar, tetapi kualitas itulah yang paling penting (orangtua Zikri Azkiya)

Alhamdulilah, MAS Manbaul Huda, mampu menunjukkan kemampuan yang bersaing, baik ditingkat lokal, provinsi maupun nasional. Prestasi ini, bukan sekedar akademik, tetapi juga non akademik. Madrasah memberikan apresiasi dan terima kasih, kepada ananda santri dan orangtua atas dukungan dan partisipasinya (Ust. Agus Rosyidin)

Penyakit manusia modern itu, ada tiga, yakni (a) tergila-gila pada harta, (b) tergila-gila pada wanita, dan (c)  bangga melakukan dosa. (ustadz Komaruddin Saleh).

Tugas anak muda itu adalah adalah menghangatkan kembali agama. Tampilkan Islam secara hangat. Tampilkan Islam sebagai agama yang memecahkan masalah. Islam sebagai solusi. (ustadz Komaruddin Saleh).

Agama itu memiliki banyak peran, diantaranya yaitu (a) sumber kehidupan, (b) penyelamat peradaban dan kemanusiaan, (c) penyelamat kehidupan di dunia dan diakherat. (ustadz Komaruddin Saleh).

Jangan takut berperih-perih. Karena, orang yang berleha-leha itu tidak akan maju. Justru orang yang mau prihatin, dan perih itulah, yang memiliki energi maju dan sukses. Jadi anak muda, jangan cengeng ! (ustadz Komaruddin Saleh).

Anakku, siapa yang menandatangani Naskah Proklamasi Republik Indonesia ? (ustadz Komaruddin Saleh). Cerita yang satu ini, akan terkenang dalam memori kita.

Advertisements