Jadikan, pengalaman belajar di lembaga ini, sebagai sebuah pelajaran, bahwa apapun impian Anda, akan membutuhkan proses, ujian, dan perjuangan keras. Itulah kunci keberhasilan dari setiap impian seorang anak manusia.

Kita semua paham. Wisuda bukanlah akhir dari segalanya. Tetapi, setiap jenjang pendidikan ada akhirnya.  Oleh karena itu, Wisuda bukan akhir dari segalanya, tetapi wisuda tetap menjadi ciri akhir dari setiap tahapan pendidikan di sebuah lembaga pendidikan. Prinsip yang patut direnungkan,

Setiap jenjang pendidikan ada akhirnya, tetapi semangat belajar jangan pernah berakhir.

Karena itu, mengenai proses wisuda seperti ini, kita perlu tetap memberikan makna yang baik, dan terbaik, sehingga kita bisa mendapatkan makna perjalanan belajar yang baik bagi masa depan.

Atas nama guru, dan juga rekan-rekan guru yang lain, Kami ucapkan Selamat dan Sukses kepada Ananda Siswa Kelas XII, yang sudah  berhasil melewati seluruh tahapan belajar, mulai dari kelas PSB beberapa tahun lalu, hingga tahapan Ujian Nasional beberapa waktu kemarin.

Bahkan, Kami pun merasa haru dan bangga, sebagian diantara kalian, ada yang sudah dinyatakan lulus masuk perguruan tinggi  negeri, dengan memanfaatkan berbagai jalur  pendaftaran selama ini. Mudah-mudahan, jalan-jalan yang terbuka itu, membuka ruang positif bagi kalin, menuju  kehidupan di masa depan.

Jadikan, pengalaman belajar di lembaga ini, sebagai sebuah pelajaran, bahwa apapun impian Anda, akan membutuhkan proses, ujian, dan perjuangan keras. Itulah kunci keberhasilan dari setiap impian seorang anak manusia.

Kaitannya dengan masalah ini, kiranya tepat, bila ada yang mengatakan bahwa  tiga kunci tadi, adalah prinsip dasar meraih impian dihari esok.  Apapun bentuk impian kita dihari esok,  senantiasa  membutuhkan proses,  ujian, dan menuntut kita kerja keras. Jika, kita ingin sukses dalam karir, kita akan membutuhkan proses, ujian dan perjuangan. Kesuksesan bukanlah sesuatu yang instan.

Tiada kesuksesan tanpa kesediaan kita untuk menjalani sebuah proses. Tiada kesuksesan tanpa kesabaran kita dalam menempuh ujian. dan tiada kesuksan tanpa kegigihan kita dalam memperjuangkannya.

 

Anak-anakku,

Kami di madrasah ini paham. Kami Sadar betul.  Kami Yakin betul. Apa yang sudah kami lakukan selama ini, belumlah mencapai puncak pengabdian yang terbaik. Apa yang sudah kami lakukan selama ini belum sampai pada bentuk pelayanan pendidikan yang terbaik. Apa yang sudah kami berikan, bukanlah ilmu yang jitu dalam menghadapi hari esokmu. Tetapi kami yakin, apa yang sudah kami lakukan selama ini, adalah kemampuan terbaik  yang kami miliki, demi terwujudnya impian madrasah ini.

Hal yang perlu kami catat di sini, selama dalam perjalanan ini, kami  merasa yakin bahwa pada saat itu, dalam tiga tahun perjalanan lamanya, kita bertemu dan dipertemukan antara impian kami yang kuat, dengan semangat kalian yang hebat.

Pertemuan antara impian dan semangat itulah, yang memungkinkan kita dapat menduduki posisi cita-cita ini. Kegigihan kalian dalam belajar dan menjalani seluruh proses di sekolah itulah, yang kemudian mengantarkan kita bisa duduk di acara wisuda seperti saat ini.

Dari pengalaman itu, hari kita mendapatkan pelajaran penting bagi modal kita di masa depan. Kita yakin ……

Kita tidak boleh pesimis dalam  mengarungi kehidupan di hari esok, karena kemampuan yang minim sekalipun, bila dipadukan dengan semangat usaha yang tinggi, akan mendekatkan kita pada puncak kesuksesan yang kita dambakan.

Anak-anakku,

Ijazah yang beberapa saat lagi akan kalian terima, bukanlah takdir masa depan. Nilai yang tercantum di atas lembaran tersebut pun, bukanlah takdir tentang hidupmu.

Lembaran Ijazah itu tiada jauh berbeda dengan SIM (surat ijin mengendarai motor) dalam berkendaraan.   Ijazah itu hanya surat ijin, bagi kalian untuk mencoba berbagai peluang hidup yang baru. Melalui selembar ijazah itulah, kalian bisa  membuka jalan hidup baru. Ingat Membuka jalan hidup, bukan menentukan Jalan Hidup.

Karena, melalui Ijazah itu pulalah, kalian bisa membuka jalan untuk melamar  pekerjaan atau mendaftar ke sekolah yang lebih tinggi. Inilah yang disebut dengan Membuka Jalan Hidup.

Hal yang perlu disadari sepenuh hati, ijazah yang kalian terima itu, adalah tanda pengakuan  dari kami kepada kalian. Kami percaya  kalian mampu mengarungi kehidupan secara mandiri.

Ijazah yang kalian terima itu, adalah tanda kedewasaan kalian, tanda kematangan kalian, tanda  kompetensi kalian untuk bisa mandiri dalam menjalani prosesi kehidupan di masa depan.

Tetapi, perlu diingat kembali, ijazah itu hanya satu lembar. Ijazah itu hanya sebuah kertas. Karena pada kenyataannya, kemampuan aslinya itu,  bukan pada tulisan di ijasah itu sendiri, tetapi pada kemampuan yang tertuliskan pada jiwa,  pikiran dan kompetensi yang  pada diri kalian sendiri.

Sekali lagi perlu ditegaskan., Ijazah hanya tanda pengakuan. Tetapi kemampuan Asli itu, tetap Ada Pada DIRI KALIAN SENDIRI.  Oleh karena itu, jagalah kemampuan diri kalian itu, dengan terus belajar secara berkelanjutan.

Yakinlah, ijazah itu akan semakin bernilai tinggi, bila kemampuan nyata kalian, tetap terjaga dengan baik

 Ijazah bisa lusuh. Kertas Bisa sobek, tetapi semangat belajar kalian, janganlah pernah mengalami luntur dan tercabik

Karena Rasulullah Muhammad Saw bersabda, bahwa kewajiban seorang muslim itu, adalah belajar berkelanjutan, long life education, mulai dari kandungan sampai kuburan.

—-o0o—

Curhatan seorang guru, di pinggir anak-anak Kelas XII MAN 2 Kota Bandung, tgl 13 Juni 2013, dan MAS Manbaul Huda, tanggal 22 Juni 2013, yang dilepas dari Kampus masing-masing.

Advertisements