Penelitian Tindakan Keruangan (Spatial action Research) merupakan upaya sistematis dan terarah dalam memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan. Geograf, dan guru geografi memiliki peran penting dalam pengembangan penelitian tindakan  berbasis keruangan (PTKs).

Pertumbuhan kajian mengenai budaya air (aquaculture) sangat terasa dalam mengkaji hubungan manusia, lingkungan dan ekosistem air. Terlebih lagi, bila kita memposisikannya di negara Indonesia. Negara kita memiliki keragaman wilayah yang melimpah, untuk dijadikan objek kajian mengenai aquaculture. Sebaran air yang beragam, mulai dari sungai, danau, pantai, atau rawa. Semua itu menunjukkan adanya “ekosistem”-nya tersendiri. Hal yang uniknya lagi, penduduk yang ada di sekitar daerah-daerah tersebut, akan menunjukkan perilaku dan respon keruangan yang berbeda. Perilaku masyarakat di sekitar danau, akan menunjukkan perilaku yang berbeda dengan mereka yang berada di bantaran sungai.

Kumpulan tulisan, yang diedit Marianne Holmer (2008), yang diberi judul Aquaculture in the Ecosystem membantu kita memahami ragam laku manusia di ekosistemnya masing-masing. Interaksi manusia dengan kawasan berbasis air, seperti pantai, laut, atau sungai dan rawa menjadi bagian penting dalam kajian-kajian aquaculture.  Untuk konteks itu, wacana-wacana ini saya sebut sebagai contoh dari hasil penelitian tindakan dalam konteks keruangan.

Dalam kajian metodologi penelitian, ada jenis penelitian yang disebut penelitian deskriptif. Tujuan dari penelitian itu adalah menggambarkan fenomena faktual yang dijadikan objek kajian. Sebagian wacana dalam Aquaculture in the Ecosystem, ada yang bersifat deskriptif. Sementara, khusus untuk konteks pendidikan dan pemberdayaan, ada jenis  penelitian yang lain  yang bisa dikembangkan. Jenis penelitian tersebut, yaitu jenis penelitian tindakan (action research).  Dengan demikian, informasi-informasi yang muncul dalam wacana Marianne Holmer, bisa dimanfaatkan sebagai informasi awal untuk mengembangkan model penelitian tindakan keruangan (spatial action research).

Istilah ini, untuk sementara, saya gunakan, dengan maksud yang serupa dan semakna dengan jenis penelitian tindakan kelas sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para pendidik, atau penelitian tindakan yang dilakukan oleh para dokter.  Hal yang membedakannya, konteks penelitiannya saja.

PTK (kelas), dilakukan guru di dalam kelas. PTK kedokteran, dilakukan dalam ruang perawatan atau kesehatan. Dengan kata lain, Penelitian Tindakan Keruangan (Spatial Action Research) adalah jenis penelitian tindakan yang dikembangkan dalam kajian geografi, dengan maksud dan tujuan untuk memberdayakan masyarakat dan lingkungan dalam konteks keruangannya.

Advertisements