Pancasila itu mengarah pada status sebagai Makhluk Mitologis ?!

Bila dilihat dari perkembangannya, di era Orde Baru, status Pancasila sudah mulai ilmiah. Banyak buku, ulasan, dan model pembelajaran kepancasilaan disusun dan dikembangkan di Indonesia. Bahkan, banyak pihak, pula yang memanfaatkan konsep dan ideologi Pancasila sebagai sebuah ideologi gerakan sosial.

Ada Mubyarto, misalnya, yang mengusung pesan mengenai ekonomi Pancasila. Ada juga Hidayat Nataatmadja, yang mengusung pemikiran Pancasila sebagai ideologi filosofik kritis. dan masih banyak lagi. Meminjam istilah Koentowidjoyo, era seperti itu merupakan eranya Pancasila sebagai sebuah ilmu.

perkembangan saat ini, tampaknya berubah dan bergeser. Dalam keseharian kita, jarang-jarang ada ulasan mengenai Pancasila. Pancasila hanya disebut di upacara, seminggu sekali. itu pun bukan perilaku pancasilanya, tetapi ‘membaca teks pancasila”. selain itu, kita tidak pernah mendengarkan kata pancasila lagi, kecuali hanya mereka yang menjadi siswa di dalam kelas yang tengah belajar PPKn.

di tingkat nasional, politisi yang bergunjing mengenai ‘wacana’ atau ‘slogan’. Pancasila jadi pilar negara atau tidak. selain itu, Pancasila tidak pernah hadir dalam keseharian. Pancasila tidak hadir dalam perumusan anggaran di kelompok Banggar. Pancasila ‘seolah tidak hadir’ dalam laku seorang penganut agama.

uniknya, jika mereka ditanya mengenai hari kelahiran pancasila, mereka tahu (atau agak lupa-lupa ingat). mereka tahu Pancasila, tetapi tidak bisa menunjukkan laku kepancasilaan dalam kehidupan sehari–hari. sehingga, terpaksa keraguan diri ini, dimunculkan di sini, akankan Pancasila di Indonesia saat ini, sekedar sebuah mitos ? mirip cerita tangkuban perahu ? seolah-olah ada, dan mereka banyak yang bisa cerita mengenai hal itu, tetapi tidak mau dan tidadm mampu menunjukkan sikap sesuai dengan nilai itu ?

Advertisements