Masyarakat kita, dalam mengkonsumsi makanan itu, bukan karena “rasa laparnya saja”, tetapi mereka pun karena tidak tahu dan tidak ada yang memberi tahu mengenai kualitas nutrisi makanan itu.

Keracunan makanan. Jajanan yang berbahan berracun. Makanan kadaluarsa. Adalah peristiwa-peristiwa yang kerap muncul di  masyarakat kita. Bahkan, anak-anak kita, yang masih  duduk di sekolah pendidikan dasar, masih banyak yang terbuai dengan makanan-makanan  yang kurang terjamin kesehatannya.

Dilain pihak, media televisi kerap mewartakan mengenai makanan-makanan yang melanggar ketentuan kesehatan. makanan ringan. Minuman ringan. makanan instan.  Termasuk juga makanan dalam kemasan. Penelitian demi penelitian terus digulirkan, mengenai kualitas jajanan dan kesehatan makanan di tengah-tengah masyarakat.

Tetapi yang lucu. Gerakan masif dari Pemerintah untuk menangani masalah ini, tidak banyak terasa. Pemerintah seolah sibuk dengan urusannya sendiri, atau urusan politik kekuasaannya. Sementara masalah kesehatan, tidak pernah dijadikan sebagai konsumsi politik.  Banteran yang ada, hanya menjadikan sebagai dagangan politik di era pemilu saja.

Sehubungan hal ini, ada aspek penting, yang ingin ditegaskan di sini. Yaitu Pentingnya ada kebijakan baru, untuk menempatkan tenaga kesehatan di lembaga-lembaga publik, atau komunitas tertentu. Seperti di perusahaan, atau di sekolah. Iya, di sebagian tempat sudah ada. Bagi lembaga yang memiliki kekuatan ekonomi kuat, pelayanan kesehatan, dijadikan salah satu paket tunjangan bagi anggota lembaganya. Tetapi, pada kebanyakan lembaga, khususnya sekolah, masih banyak yang belum menjadikan layanan kesehatan sebagai bagian dari paket pelayanan pendidikan.

Bukankah kita paham, bahwa kecerdasan orang akan dipengaruhi oleh kesehatan nalarnya (otaknya) ? sementara kesehatan otak, amat berkaitan dengan nutrisi yang dikonsumsinya. Seorang pelajar akan mengalami kesulitan bernalar, kesulitan belajar, bila  asupan nutrisi gak cukup. Oleh karena itu, penempatan perawat atau tenaga kesehatan pada lembaga pendidikan, khususnya pada lembaga pendidikan dasar dan menengah menjadi sangat penting.

Bukankah kita sering mendengar mengenai kasus keracunan dan makanan kadaluarsa ?  bahan makanan itu, banyak dikonsumsi masyarakat kita. Mereka mengkonsumsi makanan itu, bukan “inginnya”, tetapi mereka tidak tahu, dan tidak ada yang memberi tahunya.

Berdasarkan pertimbangan itu, tenaga kesehatan bidang konsultasi nutrisi kiranya perlu diperkuat lagi, di tempat-tempat pelayanan kesehatan. Meminjam Melanie Dreher, Dolores Shapiro, Micheline Asselin (2006), salah satu fungsi dari agenda  layanan kesehatan komunitas, adalah memberikan pelayanan dan konseling masalah nutrisi (klinik nutrisi). Sayangnya, agenda ini belum menjadi agenda utama dalam pelayanan kesehatan di Indonesia.

Advertisements