menyontek itu membunuh bakat dan kemampuan, sedangkan belajar adalah menghidupkan dan mengembangkan kemampuan. Melalui belajar, seseorang sedang melatih dan mengasah kemampuan, sehingga memiliki kemampuan optimal.

Pada beberapa anak sekolahan, kerap tidak pernah merasakan dampak lanjutan dari kebiasaan menyontek. Mereka menganggap, bahwa masalah sontek menyontek itu adalah masalah biasa. Ada yang nyontek ke teman, ke buku, atau memanfaatkan ponsel miliknya sendiri. Ada juga yang membuat contekan melalui kertas, atau ditulis di meja, atau malah ada dibeberapa bagian tubuhnya sendiri. Banyak usaha dilakukan, hanya untuk menyontek. Kata orang, ternyata, anak-anak kita ini, kreatif, setidaknya kreatif dalam merumuskan ‘cara menyontek’ atau membuat kode-kode sontekan.

Terbayang dalam pikiran ini. Benar juga. Anak-anak kita ini, ternyata bisa berpikir. Ternyata anak-anak kita sangat kreatif. Ya itu tadi, setidaknya, mereka kreatif dalam merumuskan cara baru, kode baru, atau model baru dalam sontek-menyontek, dengan maksud supaya tidak diketahui oleh pengawas atau gurunya sendiri. Bila demikian adanya, bagaimana jika kreativitas itu disalurkan pada bentuk yang positif ?

Sekali lagi, kadang kita tidak sadar terhadap apa yang kita lakukan. Masih banyak yang menganggap, bahwa kebiasaan sontek menyontek sebagai hal kecil, hal biasa, atau hal yang tidak akan berpengaruh besar pada masa depannya sendiri. Tetapi, mari kita coba arenungkan  sesaat.

Bayangkan, Anda adalah seseorang yang memiliki tubuh yang sehat, dan tenaga yang kuat. Tetapi, di setiap harinya, Anda tidak mau berolahraga, dan senantiasa memanfaatkan kendaraan untuk bepergian ke manapun anda pergi ? Bandingkan dengan orang yang memiliki fisik yang agak lemah, tetapi disetiap harinya dia berolahraga, dan sering berjalan kaki dalam menemupuh beberapa tempat yang terjangkaunya ? apa yang akan terjadi pada mereka ?

Hampir pasti. Orang yang memiliki fisik lemah, tetapi sedang melatih diri, dan berolahraga, akan berubah menjadi orang yang sehat. Tubuhnya akan terasah melalui berbagai latihan fisik, sehingga menghasilkan  kemampuan yang unggul. Dengan kata lain, sekecil apapun potensi Anda, bila ada asah, akan tumbuhkembang secara optimal dan menghasilkan raihan prestasi yang optimal.

Sementara orang yang memiliki tubuh sehat, dan tenaga kuat, karena tidak pernah dilatih, dan membiarkan potensi tubuhnya ‘berdiam diri’, dan selalu mengandalkan bantuan kendaraan, akan menyebabkan dirinya menjadi orang yang bertubuh dan bertenaga lemah.  Karena tidak dilatih, dan tidak berolahraga, kualitas kebugaraannya menurun, bahkan memburuk. Hemat kata, sehebat apapun bakat dan kemampuan kita, bila tidak dipupuk dan dilatih, akan menyebabkan bakat kita tumpul dan terbunuh.

Orang yang suka menyontek, ibarat orang yang memiliki kemampuan dahysat, tetapi tidak  pernah melatih dan berlatih. Sementara orang yang tidak menyontek, atau mau belajar,  ibarat orang yang rajin berolahraga dan berlatih, sehingga memiliki  kebugaran yang prima, dan kemampuan optimal.

Berdasarkan paparan kita, bisa kita simpulkan, menyontek itu membunuh bakat dan kemampuan, sedangkan belajar adalah menghidupkan dan mengembangkan kemampuan. Melalui belajar, seseorang sedang melatih dan mengasah kemampuan, sehingga memiliki kemampuan optimal.

Advertisements