seluruh jurusan kependidikan (tanpa dipengaruhi kontennya) adalah jurusan ilmu sosial (humaniora). Kesimpulannya, pemposisikan pendidikan geografi di IPS (ilmu sosial) adalah sudah tepat.

Pendidikan Geografi. Istilah ini termasuk unik.  Dari keunikannya tersebut, melahirkan sebuah kontroversi pemikiran. Salah satu kontroversinya itu adalah apakah ‘jurusan pendidikan geografi’ itu termasuk pada program IPA atau IPS ?

Sebagaimana diketahui bersama, di UPI, lembaga yang melahirkan diri ini, Jurusan Pendidikan Geografi berada pada lingkungan Fakultas Pendidika Ilmu Pengetuan Sosial (FPIPS), dan bukan di Fakultas Pendidikan MIPA (matematika dan  Ilmu Pengetahuan Alam). Benarkah posisi dan kedudukan Jurusan Pendidikan Geografi tersebut ?

Merujuk pada pertanyaan itu, dan juga konsep yang digunakan, melahirkan adanya perbedaan pandangan mengenai kedudukan pendidikan geografi. Satu kelompok memandang bahwa pendidikan geografi adalah IPS, dan kelompok lain, pendidikan geografi adalah IPA. Untuk mendapatkan pemahama yanag tepat, dan juga sikap yang tepat mengenai posisi Jurusan Pendidikan Geografi, dapat ditelaah dari makna konseptual mengenai pendidikan Geografi itu sendiri.

Sarah Bednarz (2000:129)[1] memberikan argumentasi bahwa pendidikan geografi itu berbeda dengan geografi tentang pendidikan. Lebih lanjut, dia mengatakan :

However, geographyeducation, both inside and outside the United States, is much broader andsubstantially different. It is different in that it is not a geography per se but is,instead, about geography teaching, learning, thinking, and related cognitive andeducational processes.

Pendidikan geografi memiliki cakupan kajian lebih luas, dan bukan sekedar geografi.  Menurut pengamatan Sarah Bednarz,  pemaknaan itu berkembang baik dalam negeri Amerika Serikat maupun di luar Amerika Serikat.  Ruang lingkup kajian pendidikan geogrfi itu, mencakup masalah pembelajaran, berfikir, pengajaran, atau proses pendidikan dan perkembangan kognisi peserta didik terkait dengan  pengetahuan dan kesadaran geografi.

Penegasan dari Sarah Bednarz ini, menunjukkan bahwa pendidikan geografi  bukan geografi, dan bukan pula geografi pendidikan. Pendidikan geografi adalah pendidikan geografi itu sendiri.

Persoalan lanjutannya, bagaimana kita  memosisikan ‘disiplin ilmu pendidikan’, apakah termasuk rumpun eksakta atau sosial ? kesepahaman kita selama ini, memasukkan  pendidikan sebagai rumpun sosial atau humaniora. Ilmu pendidikan adalah ilmu sosial atau humaniora.  Dalam konteks itu, pendidikan adalah ‘tubuh keilmuannya’, sementara geografi dalam konteks  ‘pendidikan geografi’ adalah isi (contents).

Apapun content-nya,  apakah pendidikan ekonomi, pendidikan teknologi, pendidikan fisika, pendidikan biologi, pendidikan komputer,  termasuk pendidikan geografi, pada dasarnya ‘landasan tubuh keilmuannya’ adalah pendidikan. Landasan keilmuannya bukan pada konten-nya, tetapi pada subjek ilmunya, yakni pendidikan. Oleh karena itu, seluruh jurusan kependidikan (tanpa dipengaruhi kontennya) adalah jurusan ilmu sosial (humaniora). Kesimpulannya, pemposisikan pendidikan geografi di IPS (ilmu sosial) adalah sudah tepat.


[1] Sarah Bednarz,  Geography Education Research in theJournal of Geography 1988–1997”, International Research in Geographical and Environmental Education Vol. 9, No. 2, 2000

Advertisements