Angin dan kiblat kualitas, dapat berubah dalam waktu yang cepat. Bila kita tidak berusaha memperbaiki diri, memperbaiki tim, memperbaiki organisasi sendiri, maka peluang maju akan dimanfaatkan oleh orang lain. Karena ternyata, pada saat kita berleha, mereka tetap bekerja keras untuk meningkatkan kualitas, dan untuk menang !

Itulah permainan sepakbola !

“Apa yang terpikirkan, saat menyaksikan pertandingan Real Madrid dan Borrusia Dortmund?”

Kaget. Gak percaya. Kagum. Hebat. Luar biasa. Amazing. Ajib. Mungkin itulah, satu diantara kata yang bisa terluncurkan dari lisan kita. Sebuah pertandingan yang menegangkan. Asyik. Menarik. Memuas-as-as-as-kan !

Pertandingan berakhir dengan skor 4-1, untuk kemenangan BD. Gol-gol kemenangannya, dilepaskan oleh Robert Lewandowski pada menit 8, 50, 55, 67. Rentetan gol itu, hanya dijedakan oleh Chrisiano Ronaldo di menit 43 untuk Real Madrid. Bagi penggila bola, gol seperti amat-sangat-memuaskan sekali. Tentunya bagi pendukung BD. Sementara bagi pendukung RM, agak menyesakkan dada. Karena, pertandingan selanjutnya pada leg kedua,  puncak perjuangannya amat-terjal.  Hal serupa, juga dialami oleh ‘saudara kembarnya’ dari Spanyol, yakni Barcelona.

Pemeo mengatakan, bahwa bola itu bundar. Benar juga.  Eh. Bener banget. Kadang diatas dan kadang di bawah. Dua pertandingan leg pertama, yang mempertemukan Tim dari Jerman dan Spanyol, dikuasai Jerma dengan jumlah gol sangat fantastis. EMPAT !

Apa yang terjadi dengan pandangan kita saat ini ? apa yang sedang terjadi dengan pemahaman kita selama ini ?  Sekedar pengalaman bathin. Atau sekedar mualafnya  sebagai pecinta sepakbola. Terasa ada beberapa hal yang layak dijadikan pelajaran.

Pertama,  kekayaan pada tim sepakbola, bukan satu-satunya jaminan untuk menjadikan tim itu tangguh. MU terkaya di kolong jagat. Jagonya dalam liga Inggris. Tetapi, untuk tahun ini, kurang berjaya di Liga Champion. Begitu pula dengan tim Barca dan Real Madrid raksasa sepakbola Spanyol. Bayern Munchen,  masuk sebagai salah satu dari 10 besar klub tajir di dunia, mampu menunjukkan kelasnya dalam kualitas permainan.

Kedua, menjadi pemain terbaik dunia, tidak menjadi jaminan untuk menang. Itulah yang dialami Barcelona dan Real Madrid. Ponggawa pada kedua tim ini, adalah elit-olahraga yang senantiasa menghiasi media, dan mendapat pujian kanan kiri atau atas batas.  Harapan untuk mengandalkan mereka menjadi sirna. Memang ada alasan tertentu, untuk mengatakan tidak prima, sebagaimana yang dialami oleh Lionel Messi, itu hanya salah satu alasan saja !

Hal yang paling mengerikan,  ternyata, “orang populer itu tidak selamanya baik”. Dari pertandingan ini, ada orang yang kurng populer, ternyata memiliki kemampuan sangat baik.  CR7 adalah elit sepakbola yang sangat familia dalam lisan pencinta bola dan media massa, ternyata tidak bisa berbuat banyak dihadapan pemain BD.  Pada leg pertama ini, telak 4-1 untuk BD.

Angin dan kiblat kualitas, dapat berubah dalam waktu yang cepat. Bila kita tidak berusaha memperbaiki diri, memperbaiki tim, memperbaiki organisasi sendiri, maka peluang maju akan dimanfaatkan oleh orang lain. Karena ternyata, pada saat kita berleha, mereka tetap bekerja keras untuk meningkatkan kualitas, dan untuk menang !

Itulah permainan sepakbola !

Advertisements