sebagaimana dimaklumi bersama, terdapat banyak cara menjelaskan makna premanisme.  Kita pun dapat menyebut dan menganalisis masalah premanisme dari sudut sifatnya. Berdasarkan hal ini, kita menyebut ada dua jenis premanisme, yaitu premanisme kerah dekil dan premanisme kerah putih. Melalui sudut pandang ini, diharapkan, kita dapat lebih bijak melihat, menjelaskan dan mensikapi premanisme di masyarakat kita.

Disebut premanisme kerah dekil, karena melakukan cara kekerasan dan beroperasi di jalanan. Di jalan raya, gang, terminal atau kampung-kampung kumuh. Kelakuan yang dikerjakannya pun dengan tindak pidana, seperti mencuri, merampas, membunuh dan memperkosa. Semua itu adalah tindakan dari premanisme kerah dekil.

Di lain pihak, kita menemukan ada premanisme kerah putih.  Kadang mereka hadir di jalanan. Mereka pun biasa mangkal di rumah makan, di lapangan golf atau di kantor-kantor. Mereka memalak bukan dengan cara kekerasan, tetapi dengan cara yang halus, akan sopan.  Tindakan yang dilakukannya pun bukan tindakan kejahatan konvensional, seperti membunuh.

Premanisme kerah putih, ada yang menggunakan nama catutan. Menyebut diri sebagai wartawan, kemudian dia memeras pejabat.  Mencatut jabatan publik, kemudian dia meminta jatah kepada pengusaha. Mencatut jabatan sebagai petugas keamanan, dia melakukan pemerasan di jalanan.  Mencatut  jabatan politik, dia pun melakukan pemerasan kepada perusahaan atau warga negara. Mencatut nama jabatan, dia memeras kepada warga. Mencatut ‘nama demi hukum’, dia mempermainkan rakyat.

Motivasi yang mereka lakukan itu tidak berbeda. Walaupun nama catutannya berbeda-beda, tetapimotifnya sama, yaitu memalak, minta jatah. Merasa berhak, dia minta jatah dari sebuah proposal. Merasa jadi penguasa, minta jatah dari anggaran. Merasa memiliki hak, dia minta jatah. Cara minta Japrem pada kelompok ini, jauh lebih santun dalam tindakan, tetapi lebih ‘menyeramkan’ dibandingkan preman kerah dekil.  Disebut santun, karena tidak membawa senjata tajam. Di sebut menyeramkan karena mereka membawa nama-nama kekuasaan. Hah…!

Kelompok kedua ini, jauh lebih luas wilayah kerjanya. Dia bisa mencakup seluruh wilayah administrasi Indonesia. perbedaan dengan preman kerah dekil, mereka itu berbaju rapih, dan bahkan terbiasa hadir di kantoran.

Sehubungan hal ini, aparat keamanan jangan sampai mengabaikan aspek ini. Selama ini, aparat keamanan, cenderung lebih berani merazia premanisme kerah dekil dibandingkan dengan premanisme kerah putih. Padahal, dampak dari perbuatannya, jauh lebih luas premanisme kerah putih. Karena premanisme kerah putih itu, bukan saja mengganggu keuangan negara, tetapi juga merusak budaya usaha, semangat kerja, dan atau kinerja lembaga.

Advertisements