Di akhir bulan dan awal bulan ini, dunia intertain Indonesia diramaikan oleh fenomena Tegar. Seorang pengamen cilik dari Subang Jawa Barat, yang ujug-ujug menjadi perbincangan publik, dan ‘mendadak artis’. Sebelumnya, ada juga pendatang baru yang tengah menjadi perbincangan publik, khususnya mereka penikmat acara “X Factor”. Fatin Shidqia Lubis (16 tahun), yang menjadi salah kontestan dalam “X Factor” yang memiliki kualitas suara yang menarik perhatian banyak pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia, bahkan terunggah ke ‘mancanegara’.

Di bagian ini, kita tidak akan mengulas kasus Fathin. Kita lebih menekankan pada kasus yang terjadi pada Tegar,  pengamen anak yang ‘mendadak artis’.  Bagi kalangan pengamen cilik di kawasan Pantura, Subang, Jawa Barat,  Tegar bukanlah orang baru. Karena sudah sejak usia  empat tahun dia menjadi pengamen. Dia dikenal sebagai pengamen cilik bersuara merdu. Selain itu, dia pun piawai memainkan gitar kentrung dan  menari. Semua kemampuan itu, diakuinya sebagai hasil dari belajar sendiri, tanpa guru.

Suatu ketika,keahliannya itu dilirik oleh salah seorang bernama Alfas Hermansyah, seorang  anggota tim pemasaran produk telekomunikasi. Alfas, menjumpai Tegar tanpa sengaja. Pada suatu ketika ,Tegar datang sebagaimana pengamen lainnya untuk mengamen. Karena  tertarik dengan kemampuan Tegar, Alfas menyarankan Tegar untuk mengikuti ajang pencarian bakat. “dan Juara…”  di dunia maya, lagunya yang diunggah ke Youtube, ternyata sudah ditonton oleh 2 juta orang. Luar biasa !

Apa yang menarik dari pengalaman yang dialami oleh Tegar tersebut ? satu diantara  pelajaran penting itu adalah, kita dapat mengartikan bahwa yang namanya rijki itu, tidak selamanya dalam bentuk hasil, produk atau uang. Hasil, produk atau uang itu adalah  dampak materi. sementara rejeki yang besar, dan sulit dinilai harganya, adalah peluang, atau kesempatan.

Sering kali kita lupa. Peluang bisnis itu, tidak dianggap rejeki. Padahal rejeki yang besar itu adalah peluang. Peluang usaha. Peluang bisnis. Peluang karir. Semua itu adalah rijki. Informasi baik mengenai peluang, adalah rejeki bagi kita. Sementara gaji atau uang adalah upah.

Terkait hal ini, kita perlu membedakan rejeki sebagai upah dengan rijki sebagai jalan-usaha. Rijki sebagai upah, ukurannya sangat kecil.  Rijki dalam bentuk ini, mungkin 1000, 1 juta, atau 10 juta. Bahkan, bisa jadi itu hanya terjadi satu kali. Tetapi, bila kita mendapatkan rijki dalam bentuk jalan usaha, peluang bisnis, peluang karir, maka jumlah upah yang akan kita dapatkan akan jauh lebih banyak lagi.  Informasi peluang yang baik, adalah bentuk lain dari rijki yang tidak disangka-sangka !  perhatikan, rijki yang sudah didapat Tegar selepas terbukanya peluang manggung ? perhatikan rijki yang didapat Cakra Khan selepas terbukanya peluang usaha ?!

Sehubungan hal itu, manfaatkan peluang yang ada, dan bersyukurlah terhadap hadirnya peluang terhadap diri kita. Karena peluang itu adalah rijki kita, rijki buat kita untuk mendapat upah !

Advertisements