Uraian ini, diposisikan sebagai pokok pikiran mengenai filsafat geopolitik. Jika ilmu politik memiliki asumsi tentang manusia sebagai hewan berpolitik, dan sosiologi memikili sandaran manusia sebagai hewan bermasyarakat. geopolitik memiliki asumsi bahwa manusia adalah zoon geopoliticon.

Manusia memiliki banyak sebutan. Bagi sebagian orang, pandangan Aristoteles yang mengataka bahwa manusia adalah zoon politicon merupakan pengetahuan dasar, dan sekaligus pengetahuan umum mengenai hakikat manusia.  Makna politicon itu sendiri, tidak melulu mengenai kekuasaan-negara sebagaimana yang kita pahami saat ini, tetapi politik dalam arti hasrat berkuasa secara luas, sebagaimana yang dimaksud McClelland (need for power)[1] atau Friedrich Nietzsche, tentang adanya ‘the will to power’.[2]

Pandangan tersebut, sudah sangat mudah ditemukan, dan banyak mendapat ulasan dan dukungannya. Bagi mereka yang belajar politik (political science), akan dihadapkan dengan konsep itu, dan diyakinkan mengenai kebenaran konsep tersebut. Dalam ilmu politik, manusia diposisikan sebagai makhluk berpolitik atau zoon politicon.

Sebagaimana dikemukakan dalam ulasan sebelumnya, manusia pun tidak bisa dipisahkan dari alam. Walaupun, kita tidak sepandangan dengan Ellen Churchill Sample yang mengatakan bahwa manusia itu adalah produk alam (Agnew, dkk. 2003:16), [3]  tetapi pandangan Robert David Sack, mengenai hakikat manusia sebagai makhluk bumi, dan tinggal di bumi menjadi penting untuk dicermati dengan seksama. Manusia adalah homogeographicus, manusia adalah makhluk geografi.

Pandangan itu masih bisa dilanjutkan. Pemikiran kritis kita masih bisa dikembangkan. Dengan memanfaatkan ide dan memadukan pemikiran Aristoteles dan Robert David Sack,  kita dapat menyebutkan bahwa manusia itu adalah hewan berpolitik bumi. Manusia adalah makhluk bumi berpolitik, atau makhluk politik di bumi. manusia adalah hewan yang memiliki tanggungjawab untuk berpolitik dalam menjaga dan memanfaaatkan kehidupan di muka bumi.

Zoon geopoliticon adalah konsep yang menjadi asumsi pokok kesadaran geopolitik. Setidap orang memiliki kebutuhan, kesadaran, dan kewajiban untuk memahami, mengelola dan menjaga kelangsungan hidup dan kehidupannya di planet bumi. Hasrat itu, merupakan hasrat dasar dari hewan politik (zoon politicon). Hasrat politiknya itu sendiri, adalah hasrat politik dalam memanfaatkan, menjaga, dan melestarikan bumi. karena itu, zoon geopoliticon  merupakan hakikat dasar dari filsafat geopolitik.


[1] David C. McClelland.  1987. Memacu masyarakat berprestasi Mempercepat laju pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan motif berprestasi. Terjemahan. Jakarta : Intermedia

[2] Friedrich Nietzsche.  The Will To Power.  Terjemahan Walter Kaufmann and R. J. Hollingdale. 1968. New York : Vintage Books.

[3] John Agnew, Katharyne Mitchell, and Gerard Toal. 2003.   A Companion To Political Geography, USA : Blackwell Publishers Ltd

Advertisements