Richard Harsthorne mengatakan bahwa memberikan perhatian untuk kepentingan mendeskripsikan dan  menginterpretasikan secara akurat, sistematik dan rasional mengenai variasi karakter di muka bumi.

Baru punya waktu untuk membaca Perspective on the Nature of Geography, karya Richard Harsthorne. Beberapa waktu sebelumnya, sempat menemukan kutipan atau artikel yang mengulas buku yang diterbitkan tahun 1959.  Karya yang menarik bagi kita yang tengah belajar geografi atau menjadi guru geografi.[1]

Salah satu tema yang diangkat dalam naskah itu, adalah mengurai mengenai tentang ruang lingkup kajian geografi. Pada bab 2, Harsthorne mengajak kita untuk mendiskusikan mengenai makna geografi sebagai ilmu yang mengkaji perbedaan wilayah (arreal differentiation).

Waktu itu, menurut Harsthorne (1959:12), banyak pembelajar yang mengalami kesulitan untuk memahami makna konsep perbedaan wilayah (arreal differentiation), sebuah konsep yang disampaikan Sauer tahun 1925.  Di lihat dari sejarah konsepnya, konsep arreal differentiation bukan hal baru. Pemikir geograf lainnya, seperti Hettner, van Humbolt, Richtoffern dan Ritter adalah para pengembangkan konsep tersebut. Malahan, menurut Harsthorne  konsep itu  termasuk dalam salah satu konsep yang mashur digunakan oleh Geograf Amerika.

Kendati demikian, dirasakan masih banyak pembelajar yang mengalami kesulitan untuk memahami hakikat geografi. Bahkan, bisa jadi, kesulitan itu pun, dirasakan pula oleh para pembelajar geografi saat ini. Karena, ternyata sampai saat ini, masih ada pula yang menganggap bahwa geografi itu mempelajari nama-nama tempat atau nama gejala alam. Guru atau siswa, merasa sudah belajar geografi, kalau sudah mampu menyebutkan sungai terpanjang, gunung tertinggi, atau peristiwa cuaca dalam beberapa hari terakhir.  Lahirnya persepsi yang terakhir tadi, adalah indikasi bahwa kita masih belum paham mengenai hakikat geografi. Itu pula, yang menjadi salah satu keprihatinan Geograf Amerika tersebut.

Cholley yang  mengatakan bahwa objek geografi adalah untuk mengetahui bumi (to know the earth). Bagi kita, khususnya saya, kiranya pandangan ini memang  sangat luas, dan kurang ‘greget’.  Pandangan yang terasa lebih menukin, yaitu dikemukakan Vidal de la Blache yang menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari tempat (the science of place),sementara fokus kajiannya yaitu pada potensi atau sumberdaya tempat dan kualitas tempat dimaksud.  Tapi, kita pun, dengan pemahaman yang digagas oleh Harstorne ini, merasakan bahwa pandangan dari vidal de la Blache pun cenderung pada persepsi regional. Sementra, geografi itu sendiri tidak sekedar satu tempat atau satu lokasi.

Geografi adalah ilmu yang mempelajari permukaan bumi. pentingnya kajian mengenai permukaan bumi ini, bukan karena ada kesamaan (tok), tetapi justru karena ada perbedaan. Karena itu, pantas dan mudah dipahami, mengapa Harstorne memandang bahwa konsep perbedaan wilayah dan kajian mengenai perbedaan wilayah, menjadi titik pijak untuk memahami hakikat geografi.

Di bagian penghujungnya, Richard Harsthorne mengatakan bahwa memberikan perhatian untuk kepentingan mendeskripsikan dan  menginterpretasikan secara akurat, sistematik dan rasional mengenai variasi karakter di muka bumi.


[1] Richard Harsthorne. 1959. Perspective on the Nature of Geography.  Chicago : The Association of American Geographers  and Rand M’Nally & Company.

Advertisements