Banyak orang memandang bahwa bermain peran sulit untuk dilakukan dalam pembelajaran geografi. Penulis pun merasakan hal demikian. Tetapi, bila kita membaca Yee Sze Onn, yang dipublikasikan oleh Institute of Education Singapura, kita akan melihat hal baru, dan unik. Karya tulis yang diberi judul Dramatization as a method of teaching geography ini, memberikan paparan mengenai pembelajaran geografi dengan menggunakan teknik drama. [1]

Setiap siswa diberi peran. Peran disesuaikan dengan tema. Bila kita mengangkat drama kosmik, misalnya tentang Manusia Yang Tertuduh (man the accused), para peserta didik bisa dikondisikan untuk memainkan peran setiap komponen bumi. Misalnya, ada yang berperan sebagai tanah, sebagai air, sebagai udara, sebagai planet bumi, dan Tim Pengadilan. Mereka yang berperan itu, dituntut untuk mengeluarkan argumentasi dan pandangannya mengenai berbagai musibah yang sedang terjadi saat ini.

Persiapan pembelajaran yang perlu dilakukan, adalah siswa dibagi kelompok. Misalnya, satu kelompoknya maksimal 5 orang. Kemudian mereka ditugaskan untuk mendiskusikan tema, masalah kegeografian. Mulai dari fenomena geografi, maupun sampai pada bencana geografi. Setelah itu, mereka diberi waktu selama 2 jam pelajaran untuk membuat skenario drama geografi.

Waktu persiapan ini, memang membutuhkan waktu yang cukup panjang. Tetapi perlu diingatkan bahwa waktu belajar ini, bisa menggunakan jam pelajaran di luar. Artinya, penuntasan penulisan naskah drama bisa dilakukan di luar jam tatap muka. Selama penulisan skenario, setiap siswa diingatkan pentingnya karakter aktor. Setiap siswa harus memainkan karakter sesuai dengan yang diperankannya. Oleh karena itu, sebelum membuat skenario, setiap siswa diwajibkan terlebih dahulu mempelajari karakter-karakter dari tokoh yang akan diperankan.

Bagi pemirsa TV, mungkin pernah melihat film kartun berjudul Mr. Moon. Film ini adalah cerita kartun Disney Playhouse yang mengambil tema tentang astronomi. Dengan tema itu, maka tokoh-tokoh yang ada dalam film ini pun, bernamakan dan berbentukkan seperti benda-benda angkasa itu sendiri, seperti bentuk bulan, matahari dan bintang. Tokoh utama dalam film ini adalah Mr Moon. Ia mempunyai sahabat karib bernama Silva Star dan Sunny. Seperti halnya peran nyata dari benda angkasa di alam semesta ini, Mr Moon bertugas menjaga saat malam hari tiba, sedangkan Sunny menjaga pada pagi hari. Dalam cerita ini, dikisahkan bahwa Mr. Moon mempunyai hobi berpetualang bersama Silva Star dengan menggunakan roket yang dapat bergerak dengan cepat. Seluruh alam jagat raya menjadi tempat bermain bagi mereka.

Film itu merupakan contoh, dramatisasi alam. Terkait dengan teknik drama atau teknik bermain peran ini, setiap peserta didik dituntut untuk memahami karakter dari tokoh yang diperankannya, sebagaimana yang dapat disaksikan dalam film Mr. Moon dimaksud. Namun demikian, perlu ditegaskan di sini, bahwa bermain peran itu, tidak selamanya harus dialog kosmik antar benda angkasa, atau komponen planet bumi. drama bisa terjadi, antar manusia yang tengah membicarakan masalah-masalah geografi. Misalnya, ada yang berperan sebagai lurah, pengusaha, penebang hutan, dan warga masyarakat. Setiap komponen itu, harus memainkan perannya masing-masing, dalam memecahkan masalah-masalah lingkungan hidup.

Hemat kata, yang menjadi titik tekan dalam wacana ini, teknik bermain peran, pada dasarnya bisa dimanfaatkan sebagai salah satu teknik pembelajaran geografi.


[1] Yee Sze Onn . Dramatization as a method of teaching geography . Sumber : http://repository.nie.edu.sg/jspui/bitstream/10497/482/1/TL-14-2-103.pdf

Advertisements