Seorang pemimpin itu ibarat ikan dalam akuarium. gerak geriknya diperhatikan orang. tetapi, bukan berarti hanya diplototion, dikomentari, atau dikritik. ada juga yang menatap gerak ikan dengan penuh cinta.

Ismiati, misalya, menulis surat-cinta-untuk-pak-jokowi, di dalamnya dituturkan bagaimana impian dan tawarannya dalam memosisikan diri sebagai seorang pemimpin.

Salam perubahan, dan rasa kekaguman, dikemukakan juga Nida dalam salam-untuk-gubernur-dki.

Farid Muzayin, mengharapkan DKI bisa berubah menjadi lautan hijau, dan menjadi kota dari super macet ke superlancar. hal itu dituangkannya pada di-buat-untuk-pak-jokowi. untuk mewujudkannya itu, Birul Walidain, membeirka usulan dalam penataan saluran air di Jakarta. seperti yang terungkap dalam surat-untuk-jokowi

simpul kata, ternyata anak muda, anak pesantren atau anak sekolahan pun, masih memiliki kepedulian dan sikap hormat pada pemimpinnya, terlebih lagi, bila mendukung pada usaha perbaikan kondisi umat, bangsa dan negara

Advertisements