Setiap saat berdoa ingin khusnulkhatimah, bukan hanya mengakhiri hidup, tetapi mengakhir setiap sandiwara hidup. Contoh faktual permainan cantik di awal, tapi diakhiri dengan langkah yang tidak terpuji. Itulah mungkin, nasib suul khatimahnya pemain Ganda Putri Indonesia di Olimpiade 2012 ini…

Salah satu doa yang kerap kita lantunkan, yaitu

?????????? ??????? ????? ?????????????? ????????? ????? ?????????????? ????????? ????? ???????? ????????????

Ya Alloh, akhirilah hidup kami dengan islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah

Doa ini, dipanjatkan dengan harapan kita mendapatkan kesempatan untuk bisa meraih kebaikan diakhir perjalanan hidup kita. Di kitab yang lain, diterakan ada doa yang berbunyi, ijal khairan umuri akhirah, wa khaira amali khawatim. Jadikanlah sebaik-baik usahaku kesudahannya, dan sebaik-baik hari-hariku, hari aku menjumpaimu.

Selama ini, dan ini memang makna awal dari istilah khusnul khatimah, yaitu digunakan untuk membahasakan masalah kehidupan. Maksud dari istilah khusnul khatimah itu adalah berbicara dan membicarakan masalah akhir dari perjalanan hidup kita. Pemahaman kita selama ini, lebih banyak mengartikan bahwa harapan untuk mendapatkan khusnul khatimah itu lebih terkait dengan penjelangan pada kematian. Kematian yang dimaksudkannya pun, adalah kematian umur hidup biologis.

Kita memandang kehidupan manusia itu, lebih terfokus pada umur hidup biologis. Lahir tahun sekian, dan meninggal pada tahun sekian. Itulah yang disebut umur biologis. Oleh karena itu, harapan untuk mendapatkan kondisi khusnul khatimah itu pun. Karena harapan itulah, lantunan doa. Allahumahtim lana bil islam, wakhtim lana bil iman, wakhtim lana bikhusnil khatimah.

Dengan memanfaatkan konsep khusnul khatimah ini, kita bisa menggunakannya dalam berbagai umur kehidupan kita. Mari perhatikan dengan seksama, bukan kita memiliki umur jabatan, misalnya umur jabatan itu lima tahun ! bukan kita pun, memiliki umur pendidikan, misalnya umur pendidikan di SD itu adalah selama 5 tahun ?! berbagai aspek kehidupan yang lainnya pun, ternyata ada umurnya. Setidaknya, kita bisa melihat, ada umur pekerjaan, umur perkawinan, dan umur berpuasa.

Terhadap semua hal itu, sejatinya kita pun berhak untuk memanjatkan doa, kekhusnul khatimahan. Artinya, setiap kita menjalani umur-umur kehidupan itu pun, kita harus berusaha sekuat tenaga, untuk bisa mengakhirnya dengan baik.

Perhatikan dengan seksama. Di media massa ataupun elektronik, ada pasangan selebritis, yang sangat bermanis manja dalam masa pacaran, bahkan mewah dalam pernikahan. Tetapi, umur perkawinannya sangat singkat dan berujung buruk. Ujung umur perkawinan yang buruk itu, kita sebut pula sebagai umur perkawinan yang suul khatimah. Terkait hal ini pun, rasa-rasanya, kita semua bermimpi untuk mengakhiri masa perkawinan ini dengan baik (khusnul khatimah), hingga kematian menjelang.

Anak-anak kita di sekolah pun memiliki umurnya sendiri. Ada anak yang cerdas. Kelas 1, dia mendapatkan ranking 1. Di kelas pun meraih ranking terbaik. Begitu pula pada jenjang yang lainnya. Tetapi, menjelang Ujian Nasional, dia malah terlibat narkoba atau tawiran, sehingga menyebabkan konsentrasi belajarnya menurun, dan bahkan bermasalah. Raihan nilainya pun, nilai UN-nya jeblok, dan dinyatakan tidak lulus UN. Siswa seperti ini, kita sebut pula dengan suul khatimah.

Dalam kaitannya dengan masa jabatan, saat ini kita menyaksikan bagaimana sengitnya orang-orang berlomba meraih jabatan. Awal jabatannya dihiasi dengan janji manis dan menggairahkan. Semua orang sangat memuji dan memujanya. Namun ternyata, di tengah perjalanan jabatannya, banyak melakukan kesalahan, sehingga jabatannya berakhir dengan buruk, bahkan harus berhadapan dengan hukum. Umur jabatan seperti itu pun, pada dasarnya adalah bersifat suul khatimah. Kepada kita semua, yang saat ini mendapatkan amanah dengan jabatan tertentu, apakah di masyarakat, di kampus, atau di kantornya masing-masing, diharapkan untuk terus melantunkan doa Allahumahtim lana bil islam, wakhtim lana bil iman, wakhtim lana bikhusnil khatimah.

Kasus yang menimpa, pemain bulu tangkis putri kita pun, pada dasarnya, dapat –kiranya— disebut sebagai peristiwa suul khatimah dalam sebuah drama olimpiade…

Hal yang paling saat ini, yaitu umur melaksanakan shaum ramadhan. Sebagaimana kita pahami bersama, umur ramadhan itu hanya satu bulan. Bergantung pada hasil ijtihadnya masing-masing, dalam satu bulan itu ada yang 29 hari, dan ada pula yang 30 hari. Hal yang pasti itu, adalah umur ramadhan itu, hanya satu bulan. Kita semua hidup dalam jatah umur ramadhan tersebut. Pertanyaannya, apakah kita akah mengakhiri ramadhan dengan kebaikan atau keburukan ?

Di awal ramadhan, kita sangat berbangga diri. Di awal ramadhan, kita masih sanggup berpuasa penuh. Di awal ramadhan, kita sanggup menuntaskan tadarusan. Di awal ramadhan kita masih rajin melaksanakan shalat tarawih. Hal itu semua menunjukkan bahwa kita sudah mengawalinya dengan baik, dan kebaikan. itu semua adalah modal baik buat kita untuk menjaga kemuliaan ramadhan ini, tetap ada dalam kebaikan.

Namun demikian, sebagaimana yang kita uraikan sebelumnya. Kehidupan kita ini, bukan saja mampu memulai sesuatu dengan baik, tetapi harus pula mengakhirinya dengan baik. Bukan tidak bermanfaat, tetapi bila sekedar memulainya saja dengan baik dan kebaikan, tetapi kita abai di akhirnya, maka kita terancam pada kerugian. Saya ingin pula mencontoh dengan kasus sepakbola. Kadang-kadang tim kesayangan kita ini, sudah main di babak pertama, dan bahkan sudah unggul dihadapan lawannya. Sayangnya, di masa-masa injuri time dia lalai. Nasib naasnya, adalah dia mengalami keburukan di akhir masa permainan, yaitu terjebol gawang dengan jumlah yang sangat meyakitkan, kita kalah di masa injury time. Itulah yang disebut suul khatimah.

Sehubungan hal ini, marilah kita renungkan kembali. Secara pribadi, kita semua tidak dilarang untuk mempersiapkan berbagai hal terkait penyambutan kita pada hari idul fitri, yang sering disebut dengan hari kemenangan. Tetapi, proses penyambutan itu, kiranya jangan sampai kita mengakhir masa ramadhan dengan hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai ramadhan.

Secara sederhananya, kita ingin mengakhiri ramadhan secara khusnul khatimah. Kita berharap bisa mengakhiri jabatan kita, secara khusnul khatimah. Kita semua bercita-cita umur perkawinan kita, atau umur rumah tangga kita pun, bisa berlangsung sakinah mawadah wa rahmah dan khusnul khatimah. Kita pun berharap besar, dapat mengakiri masa-masa kerja di perusahaan kita, dalam keadaan khusnul khatimah. Bagi seorang siswa, atau mahasiswa, dalam benaknya tertanam harapan untuk bisa menyelesaikan kuliah sebaik mungkin, bahkan secepat mungkin, dengan raihan yang bikhusnil khatimah. Itulah harapan kita, harapan seorang muslim.

Allahumahtim lana bil islam, wakhtim lana bil iman, wakhtim lana bikhusnil khatimah, wakhtim fi kuli umurana, bikhusnil khatimah Ya Allah, akhirilah hidup kami dalam keadaan Islam, akhirilah hidup kami dalam iman, dan akhirilah hidup kami dalam keadaan khusnul khatimah, serta akhirilah seluruh masalah kami dalam keadaan baik

Advertisements