Nyaringnya ringtone sudah tak bisa mengusik nyenyaknya. Padahal, ini adalah nyaringnya ringtone yang paling mengagetkan, mengenai sahabat saya. Pagi ini, saya sadar.

Setiap malam. Saya terbiasa tidur bersama anak-anak. Jam 7.30 pun, sudah mulai menghampiri kamar tidur. Hal ini, dirasakan sekali, selepas punya anak pertama, yang selalu ingin dininabobokanku. Tak mengherankan, bila kemudian di pukul 08.00 pun sudah lelap.. Ini adalah kebiasaan. Hampir 3 tahun terakhir. Nyaringnya ringtone sudah tak bisa mengusik nyenyaknya. Padahal, ini adalah nyaringnya ringtone yang paling mengagetkan, mengenai sahabat saya. Pagi ini, saya sadar. Bahkan, kebiasaan ini pun ada lemahnya. Salah satu diantaranya adalah telat mendapatkan informasi dari luar mengenai berbagai hal yang terjadi malam itu. Astaghfirullah al-Adzhim. Saya mohon maaf atas kelalaian ini.

Saya kenal. Saya paham baik, mengenai sahabat yang satu ini. Walaupun mungkin, saya bukan satu-satunya sahabat beliau. Tetapi, sikap kritis dan idealismenya itu, merupakan satu diantara penyebab yang mengikatkan saya dengannya. Impiannya untuk menjadikan madrasah ini baik, dan lebih baik, senantiasa ada dalam lisan dan pikirannya. Walaupun, karena gaya pelontaran pemikirannya itulah, yang kemudian menyebabkan banyak pihak yang merasa kurang nyaman dengan lontaran idenya.

Dalam bulan terakhir, misalnya, dia termasuk guru muda yang masih bersemangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister bidang sains, berbekalkan biaya sendiri. Luar biasa. Target pun tidak tanggung. Tidak di kampus-kampus terdekat. Dengan impiannya yang segudang, dia menargetkan bisa kuliah ke kampus impiannya di seberang kota.

Sebulan sebelumnya itu, hanya beliaulah yang berperan aktif dalam acara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Gedung Indonesia Menggugat Bandung. Satu-satunya guru madrasah aliyah ini yang aktif di sana. Semula saya ingin hadir dalam acara itu, hanya karena ada kegiatan organisasi, kemudian membatalkan rencana itu. Hebatnya, beliau mampu memanfaatkan situasi itu, situasi seminar tersebut, sebagai sebuah peluang jalur hidup ke masa depan. Ada dua bekal yang dibawanya. Pertama, dia akan membuat organisasi penyelenggara pelatihan pemotivasian guru. Sejenis lembaga diklat, dengan gaya achievement motivation training. Kedua, merencanakan penerbitan buku mengenai reformasi pendidikan. Saya mohon, sekali lagi saya ingin mengatakan, luar biasanya (amazing) dua hal itu sudah dijalinkan kerjasamanya dengan rekanan lain, yang juga bertemunya di Gedung Indonesia Menggugat tersebut.

Saya sendiri tidak mengerti. Mungkin karena sering ngobrol saja, sehingga ide-ide segarnya itu banyak keluar, dan terdengar telingaku. Bisa jadi, kepada orang lain pun begitu. Tetapi, izinkan saya untuk mencatat beberapa hal penting yang menjadi pekerjaan rumah beliau, yang tetap harus dicermati dengan baik.

Tengoklah hasil pekerjaannya di meja tugasnya. Di situ ada portofolio Pendidikan Lingkungan Hidup. Ini adalah bentuk nyata pekerjaan professional beliau, yang belum banyak dikerjakan guru lain. Lihat hasil-hasil pembelajarannya. Banyak karya anak yang sudah tampak, mulai dari pembibitan, puisi lingkungan, worksheet PLH, dan lain sebagainya. Bahkan, dua tahun lalu, walaupun kurang mendapat respon positif dari pihak lain, beliau pun sudah melaunching Koperasi Sampah, jalinan kerjasama dengan organisasi lingkungan hidup.

Launching Koperasi Sampah atau Bank Sampah. Ini adalah ide cemerlang yang dilontarkan dua tahun lalu. Hal itu, bukan saja sebagai tanggungjawab moral beliau sebagai guru PLH, tetapi juga sebagai bentuk nyata kreativitas beliau dalam mensikapi masalah lingkungan. Sayangnya, ide cerdas ini belum banyak mendapat support dari pihak terkait, sehingga hanya berjalan beberapa bulan saja.

Tidak bermaksud untuk mencatatkan seluruh pemikirannya di sini. Karena itu pun tidak mungkin dapat saya lakukan. Selain, tidak bisa merincinya lebih jauh, juga karena pemikiran-pemikiran barunya itu kadang muncul sesaat, dan kemudian hanya direspon oleh orang-orang terdekat saja. Satu hal yang sempat dia lontarkan, tolong sampaikan salam kepada pimpinan, baik baru atau lama, Insya Allah, walaupun saya DPK, tetapi, pikiran dan hati saya tetap MAN 2 Kota Bandung. Ini adalah pengakuan resmi, pengakuan jujur dan terbuka dari seorang ibu beralamatkan Desa Langen Sari Kecamatan Solokan Jeruk.

Hal yang menjadi daya tarik beliau setidaknya selama perkenalan di lembaga pendidikan ini, beliau adalah Alumni Universitas Pasundan, juruan Pendidikan Biologi, yang tetap memiliki sikap kritis dan idealism yang jarang dimiliki orang. Kendati berstatus sebagai guru DPK (Guru Diperbantukan) dari Kemendiknas untuk Kemenag Kota Bandung, namun tanggungjawab moral dan akademiknya tidak bisa diragukan lagi.

berikut beberapa kutipan di FB milik Beliau :

Sahabatku….aku yakin, ide, jasa, dan sumbangsihmu pada anak-anak ini akan tetap hidup…tetap tumbuh…tetap lestari…doa kami menyertaimu, dan menyejukkan Perjalanan Baru di SANA…..

velo-velo-ve, berkata :

Selamat jalan Guru besar ku..
Cita-cita mu ingin melihat pegia menjadi bidan yang sukses, dan Ibu ingin melihat pegia memakai seragam ini di depan mata Ibu..
Bu, Maafkan Pegia yang belum bisa mewujudkan keinginan ibu melihat seragam ini..
Janjiku adalah menjadi Bidan yang sukses seperti yang Ibu inginkan.!!
Pegia akan slalu mengingat perkataan ibu..
Pegia akan merindukan Ibu Heli Sripancawati..
selamat jalan bu, smoga sgala amal ibadah ibu di terima disisi Allah SWT

Nia Nurhayati Sastraatmaja, berujar :

ibuuuuuuuuu, makasi buat semua.y yg ibu kasi buat kita
Makasi juga uda seneng klo masuk klas kita, XII ipa 2 :'(, makasi uda ngwajibkan asmaulhusna tiap jum’at pagi .makasi untk styp mtivasi yg ibu kasi bwt kita.
Smga iman,islam ibu diterima Allah, amiiin

itu beberapa saja. masih banyak yang lain. sebagai penutup, saya ingin mengatakan, walaupun saya sadar, tidak seimbang kalau ini dibandingkan dengan tokoh berikut. Tetapi, hanya sekedar mengingatkan, bahwa pada hari ini, juga adalah hari dukanya umat Islam sedunia, dan umat manusia sedunia. Karena pada hari ini, 5 rajab, adalah juga hari meninggalnya tokoh besar dalam peradaban Islam. 5 Rajab 578 Hijriah, Shihabuddin Suhrawardi, yang dijuluki Syaikh Asyraf, hakim dan filsuf besar Iran, gugur syahid. Suhrawardi karena kepintaran dan kekuatan hapalannya, dengan cepat menguasai berbagai ilmu keislaman, khusunya ilmu filsafat. Dia juga melakukan perjalanan ke berbagai kota-kota Islam untuk belajar kepada ulama-ulama di kota-kota tersebut.

Suhrawardi kemudian mendirikan sebuah pusat pengajaran filsafat baru yang dinamai Asyraf. Berlawanan dengan para filsuf pada zaman itu, dia berkeyakinan bahwa akal dan argumentasi tidak cukup untuk mencapai hakikat, melainkan harus ditambah dengan proses pencapaian sufistik. Pandangan filsafat dan sufisme Suhrawardi menimbulkan kemarahan para penentangnya dan dia kemudian ditangkap, lalu dibunuh. Buku-buku karya Suhrawardi, di antaranya berjudul Hikmatul Isyraq, Al-Mabda wal Maad, dan Kitabul Talwiihat.

Advertisements