Tulisan ini merujuk pada buku Geography for Life (1994:42-45). Dalam buku tersebut, tertera bahwa ada lima keterampilan geografik (geographic skill) yang perlu dikembangkan pada peserta didik. Keterampilan geografik ini, diharapkan dapat membantu peserta didik, bisa beradaptasi dan hidup di lingkungan yang ditempatinya.

Ada lima keterampilan geografik, yang dimaksudkan oleh buku tersebut, yaitu (1) keterampilan mengajukan pertanyaan-pertanyaan geografi (asking geographic questions), (2) keterampilan memperoleh informasi geografi (acquiring geographic information), (3) keterampilan mengelola atau mengorganisasikan informasi geografi (organizing geographic information), (4) keterampilan menganalisis informasi geografi (analyzing geographic information) dan (5) keterampilan menjawab pertanyaan geografi (answering geographic questions). Itulah kelima keterampilan geografik yang dijadikan sebagai standar keterampilan geografik yang dikembangkan dalam pembelajaran pendidikan di Amerika Serikat, sebagaimana buku Standar Nasional Pendidikan Geografi di Amerika Serikat.

Pertama, keterampilan mengajukan pertanyaan-pertanyaan geografik. Keterampilan ini, merupakan keterampilan dasar, baik dalam kontek pembelajaran maupun penelitian geografi. Kemampuan seseorang dalam merumuskan pertanyaan geografik, akan menjadi awal dari kemampuannya seseorang dalam meraih dan mengembangkan nalar geografiknya.

Karakter pertanyaan geografi, meminjam pemikiran Stuart Sample, bahwa pertanyaan geografi itu mengacu pada tiga bentuk tanya dasar, yaitu where?, why?, and how?. Menurut Sample, itulah pertanyaan ini geografik yang mengantarkan seseorang untuk bisa memahami isu-isu lokasi dan keruangan. kemudian di tambah satu pertanyaan lanjutanya yaitu what if?. Berbeda dengan tiga pertanyaan sebelumnya, maka pertanyaan what if ? sebagai sarana mencari alternatif dan memberikan dimensi terapan geografik sehingga dapat membantu pengambil keputusan dalam perencanaan dan pengembangan tata guna keruangan.

Kedua, keterampilan memperoleh informasi-informasi geografi. Informasi geografi adalah sejumlah informasi yang terkait dengan lokasi, baik karakteristik fisik maupun aktivitas manusia pada lokasi tersebut. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan geografi, seorang siswa dituntut untuk trampil mengumpulkan informasi geografi.

Informasi yang bisa didapat oleh seorang peserta didik geografi, bisa informasi primer, dan atau informasi (data) sekunder. Informasi-informasi primer, misalnya dapat dilakukan dengan observasi dan kerja lapangan (fieldwork). Sedangkan untuk informasi sekunder, dapat dilakukan dengan memanfaatkan informasi dari peta, statistik, monograf, majalah, koran, publikasi pemerintah dan sejenisnya. Bahkan, menurut Standar National Geoggrafi 1994, disebutkan ada jenis informasi yang ketiga (tertiary sources) seperti yang tertera pada ensiklopedia atau laporan penelitian yang merupakan kompilasi dari informasi sekunder.

Ketiga, mengorganisasikan informasi geografi (organizing geographic information). Informasi geografi yang sudah didapat, kemudian dikoleksi dan diorganisasikan. Bentuk akhir dari organisas geografi itu, diterakan dalam bentuk peta. Dengan kata lain, geografi kadang disebut pula sebagai seni memetakan informasi geografi. Geografi di sebut sebagai the art of the mappable.

Pengorganisasian informasi geografi ini, akan melahirka ada sebaran fenomena geografi dan pola sebaran fenomena geografi. Itulah yang kemudian akan membentuk sistem informasi geografi, yang berbasiskan pada peta. Dan tidak mengherankan, bila kemudian geografi pun dapat dikatakan sebagai ilmu yang berawal dari peta, dengan peta, dan berakhir pada peta (berikutnya). Namun demikian, geografi itu pun tidak boleh dan tidak bisa sekedar di sebut ilmu yang berkonsentrasi pada pembuatan peta. Karena ilmu seperti ini, sudah berdisi secara kuat, yaitu kartografi. Sementara geografi itu, adalah ilmu yang memiliki peran bukan saja mengorganisasikan atau mengelola informasi, tetapi menganalisis informasi geografi.

Keempat, menganalisis informasi geografi (analyzing geographic information). Informasi-informasi yang sudah diorganisasi tersebut, kemudian di analisis, dan diinterpretasikan. Di sinilah, geografi sebagai sebuah perspektif muncul dan berkembang. Geografi muncul dengan karakternya sendiri, melakukan analisis dan interpretasi terhadap fenomena geografi.

Terakhir, yaitu menjawab pertanyaan geografi (answering geographic questions). Keterampilan pertama adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan geografi, maka keterampilan terakhir itu adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan geografi.

Bila ditelaah secara seksama, alur pikir seperti ini merupakan bentuk lain dari konstruksi berfikir ilmiah dalam kajian geografi. Di awali dari mengajukan pertanyaan geografi (pertanyaan penelitian), dan diakhir dengan keterampilan menjawab pertanyaan-pertanyaan geografi (rumusan masalah). Rangkaian tahapan intelektual yang terjadi dalam proses tersebut, pada dasarnya tiada lain dan tidak jauh berbeda dengan tahapan-tahapan berfikir ilmiah. Oleh karena, apa yang dikemukakan oleh NGS Amerika Serikat itu, tiada lain adalah tahapan intelektual berfikir geografi.

Hasil dari kegiatan intelektual tersebut, kemudian dapat di sebut meminjam istilah dari Reginald G. Golledge (2002) , yaitu pengetahuan geografik (geographic knowledge).Golledge, dalam hal itu mengatakan bahwa geographic knowledge is the product of geographic thinking and reasoning about the worlds natural and human phenomena.

Sumber Tulisan :

  • 1. Anonim. Geography For Life : National Geography Standar 1994. NY : AGS-AAG-NCGE-NGC.
  • 2. Stuart Semple, The Nature Of Geography, lihat http://www.edu.gov.mb.ca/k12/cur/socstud/frame_found_sr2/tns/tn-2.pdf, diunduh 28 Januari 2012
  • 3. Stuart Sample, The Nature Of Geography, lihat http://www.edu.gov.mb.ca/k12/cur/socstud/frame_found_sr2/tns/tn-2.pdf, diunduh 28 Januari 2012
  • 4. Reginald G. Golledge. The Nature Of Geographic Knowleedge. Annals of the Association of American Geographers , 92(1), 2002, pp. 114. 2002 by Association of American Geographers Published by Blackwell Publishing, 350 Main Street, Malden, MA 02148, and 108 Cowley Road, Oxford, OX4 1JF, UK.
  • Advertisements