Bila diperhatikan sejenak, kita dapat menemukan ada enam keterampilan dasar bagi seseorang, untuk dikategorikan sebagai orang yang belajar geografi, atau ahli geografi. Keterampilan dasar (basic skill) ini, mau tidak mau, harus dimiliki oleh seseorang yang mengaku diri atau menyatakan diri sebagai seorang geograf.

Pertama, kemampuan observasi. Ini adalah kemampuan awal dan kemampuan utama dalam membangun kompetensi geografik. Ada hukum jelas dalam kemampuan ini. Tidak dikatakan geografis bila tidak memiliki kemampuan mengamati fenomena geosfera. Hal ini memberikan gambaran bahwa geografi itu, adalah ilmu empirik yang mengutamakan dan mengedepankan prinsip observasi dalam menemukan dan mengkonstruksi informasi.

Geografi adalah ilmu empirik. Ilmu geografi berkembang, dari hasil pengamatan dan penjelajahan wilayah. Karena itu, keterampilan observatif menjadi penting dan menjadi keterampilan dasar yang tidak boleh tidak harus dimiliki oleh seorang geograf. Seorang geograf dituntut memiliki kemampuan mengamati berbagai fenomena geosfera, dan kemudian merekonstruksinya sebagai pengetahuan geografi.

Kedua, keterampilan deskriptif. Keterampilan ini ditujukan dalam bentuk kemampuannya menjelaskan fenomena geosfera yang ada di muka bumi. Setiap fenomena muka bumi, dijelaskan secara detil dan optimal, sehingga orang yang membaca seolah-olah melihat fenomena alam itu secara langsung. Di sinilah kemampuan deskriptif seorang geograf menjadi penting. Dalam penelitian kualitatif, keterampilan seperti ini disebutnya dengan tick description, yaitu merinci dan menjelaskan secara detil mengenai fenomena gesfera terkait.

Ketiga, klasifikasi. Setelah penggambaran, keterampilan selanjutnya yang dibutuhkan itu adalah kemampuan mengelompokkan (clasification). Misalnya, mana yang disebut lahan pertanian, lahan perindustrian, dan lahan perumahan. Pengelompokkan ini, bisa dilakukan pula pada fenomena geosfera yang lainnya. Kemampuan mengelompokkan ini, akan menjadi bahan untuk melakukan analisis lanjutan terkait dengan interaksi antar fenomena geosfera.

Keempat, keterampilan pemetaan. Kelompok-kelompok fenomena geosfera itu sudah tentu digambarkan dalam konteks lingkungan hidupnya. Karena berada pada konteks lingkungan, maka dia pun akan menempati ruang. Oleh karena itu, seornag geograf dituntut untuk mamu memetakan sebaran (distribution) dari fenomena-fenomena geosfera di maksud.

Keterampilan pemetaan ini, mencakup pada dua bentuk. Bentuk pertama, pemetaan dalam pengertian konvensional, yaitu membutuhkan keterampilan kartografi (cartography), sedangkan pada teknik terbaru yaitu penguasaan dalam pemanfaatan ICT dalam pembuatan peta digital (digital map). Kedua teknik ini, merupakan keterampilan-keterampilan dasar yang dibutuhkan geograf, dalam memaksimal kemampuannya saat melakukana analisis geografi terhadap berbagai fenomena yang ada.

Terakhir, analisis relasional-rasional. Akhir dari keterampilan ini, yaitu melakukan analisis keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lain, kaitannya dengan lingkungan terkait. Geograf adalah seseorang yang berupaya memahami, fenomena manusia kaitannya dengan kondisi lingkungan yang ada. Kemampuan ini ditandai dengan pola pikir yang jelas, yang dimliki oleh seorang geograf, yaitu mampu menemukan benang merah keterkaitan antara perilaku sosial manusia dalam kaitannya dengan karakteristik lingkungan.

Advertisements