Banyak orang yang mengatakan bahwa dalam hidupnya ini, sering mengalami kekurangan waktu. Waktu 24 jam itu terlalu sempit, dan amat sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama ini.

Pernyataan itu ada benarnya. Bahkan, kita bisa mengatakan yaitu waktu 24 jam itu, terlalu sedikit untuk memenuhi seluruh kehidupan seorang manusia, tetapi amat sangat panjang dan lama untuk memenuhi satu keputusan manusia yang tertangguhkan.

Dengan waktu 24 jam, sesungguhnya manusia dapat melakukan banyak hal. Bisa menulis, mengajar, membaca buku, bercengkrama dengan keluarga, berorganisasi, beribadah, bisnis, olahraga dan kegiatan lainnya. Dengan 24 jam itu pula, dalam sehari semalam itu pula, kita dapat melakukan aktivitas organisasi dalam jumlah berlipat, bisa 2, 4, 6 atau mungkin lebih dari jumlah itu. Orang mengatakan bahwa kita adalah termasuk pada kelompok maniak kerja (workcholik). Mungkin benar. Tetapi, itu pun tidak seluruhnya tepat. Karena sesungguhnya, yang sedang kita lakukan ini, adalah dalam rangka memanfaatkan waktu yang sempit dengan efisien dan efektif.

Memperhatikan gambaran kita, kita bisa mengatakan dengan jelas bahwa waktu 24 jam itu, memang benar-benar amat sangat sedikit dan terlalu singkat, bila dikaitkan dengan agenda hidup manusia yang banyak, melimpah dan kompleks. Tetapi, uniknya, bagi mereka yang bisa efektif memanfaatkannya, maka sesempit waktu itu pun, dia masih bisa melakuka banyak hal.

Akan lain ceritanya, bila hal itu terjadi pada seseorang atau kelompok orang yang peragu dan memiliki kebiasaan menangguh-nangguhkan keputusan. Bagi kelompok orang seperti ini, maka waktu 24 jam itu akan benar-benar terasa lama, dan memang terlalu panjang. Lama, karena dia harus menanti perubahan, dan terlalu panjang karena tidak akan pernah ada perubahan.

Sebagaimana pernah dikemukakan sebelumnya, orang yang menangguhkan pengambilan keputusan, sama dengan memelihara masalah. Itu artinya, untuk waktu sepanjang apapun, sesungguhnya dia akan berada pada posisi yang sama, yaitu berada pada posisi sebagai orang bermasalah, dan tidak akan memiliki perubahan apa-apa. Sementara, waktu akan berjalan terus, berubah terus. Sepanjang apapun waktu yang dilaluinya, sesungguhnya si peragu itu akan tetap berada pada nasib yang terdahulu. Kendati sudah 6 atau 10 tahun lamanya, bila kita tidak segera mengambil keputusan melakukan perubahan, maka kita akan berada pada posisi sebagaimana 10 tahun lalu.

Kita tidak akan bisa melangkah ke arah yang lebih baik, bila masalah yang sedang kita hadapi saat ini pun, terus kita tangguh-tangguhkan sampai waktu yang tidak ditentukan. Padahal, waktu atau jam akan terus berputar.

Setelah 10 tahun, posisi kita masih berada pada titik nasib seperti 10 tahun sebelumnya, sementara teman-teman kita yang lainnya, yang sudah berani mengambil resiko dengan keputusan-keputusan yang diambilnya, dia sudah melangkah ribuan langkah, dan sudah merasakan hasil dari langkah-langkah yang sudah dijalaninya itu.

Orang yang berani mengambil keputusan, dia akan memiliki kesempatan untuk melangkah pada agenda hidup berikutnya. Sedangkan, orang yang menangguhkan keputusan, dia akan terus berkutat dalam masalahnya tersebut, dan tidak akan pernah bisa beranjak dari posisi itu.

Sekali Anda mengambil keputusan untuk melangkah, maka Anda akan memiliki kesempatan untuk melangkahkan kaki pada tahap selanjutnya. Sedangkan, bila Anda ragu untuk melangkah, maka sampai kapanpun, Anda akan tetap berada posisi yang tengah dihadapi saat ini.

Oleh karena itu, sesungguhnya waktu 24 jam ini, amat sangat terlalu panjang bila diserahkan kepada seorang manusia peragu ! karena itu, beranikanlah untuk melangkah !

Advertisements