foto03523

Ini pengalaman pertama. Anakku, Iqbal Fadhil Tresnadarma, menjalani sebuah tantangan hidup. Itulah kira-kira bahasa orang dewasa. Bagi dia sendiri, pengalaman ini, hanyalah sebuah permainan hidup. Hidup adalah sebuah permainan. Dan bermain adalah ciri dari manusia dan kemanusiaan. Hanya manusialah yang menjadikan permainan sebagai bagian dari aktivitas hidupnya sehari-hari.


sewaktu mengawali jalan-jalan di atas jembatan. Iqbal menganggap sulit. bahkan takut. awalnya mau mundur. bahkan nangis. dalam pikirnya –mungkin demikian, jembatan itu sangat sulit dan menakutkan. tampak dalam raut wajahnya, bahwa jembatan itu amat sangat mengerikan.

namun, sorak sorai dan tepuk sapa yang mengiringinya, mengubah seluruh perasaan atau persepsinya. Orangtuanya yang ada di sampingnya, dan memberikan tepuk dan sorainya, telah memaksa bathinnya untuk mengubah seluruh persepsinya yang selama ini diyakininya.

Akhirnya, langkah demi langkah. Iqbal pun mampu melewatinya.

dalam pikiran saya waktu itu, ada beberapa catatan penting dari pengalaman anakku itu. Pertama, kadangkala manusia itu lebih mendahulukan persepsi daripada menjalani sebuah proses kehidupan. Kedua, dukungan eksternal merupakan satu kebutuhan manusiawi dalam mengubah perjalanan hidup. Ketiga, persepsi yang kita miliki, kadang tidak tepat, dan perlu dikoreksi. koreksi utama dan paling strategis adalah menjalaninya. dengan mencoba dan menjalaninya, maka kita akan mengetahui mana yang benar, mana yang salah.

Terima kasih anakku…dan selamat atas seluruh perjuangannya dalam melewati jembatan hidup !!

Advertisements