Siang itu, pukul 11.00 WIB perjuangan yang melelahkan tengah dihadapi Istriku tercinta. Dewin, tengah berhadapan dari satu komunikasi ilahiahnya dengan Sang Pemilik Alam Semesta. Saat itu, istriku sedang berjuang untuk menjadi perantara, hadirnya amanah dari Allah Swt. Dan tepat, pada pukul 11.12 WIB, Rabu, 28 Juli 2010, Aidil Fathir terlahir ke pangkuan sang Bunda, disaksikan Ayah, dan juga para penolong persalinan. Alhamdulillah.

aidil
Ada siratan jiwa bahagia. tentang masa depan. ke wajahnya, ku titipkan harapan. ke tangannya kutitipkan cita-cita. di kakinya ku simpan kekuatan diri.

Anakku. Mulai saat inilah, dunia akan terus memperhatikanmu. Jika kau tidak memperhatikan dunia, maka dunia akan memperhatikanmu. Tetapi, jika kau tidak mau mengatur diri, mengelola diri, maka jangan salahkan bila pihak lainlah yang akan mengaturnya.

bukalah matamu, gerakkanlah kaki dan tanganmu.

Advertisements