Tidak ada tahun baru, tanpa kesadaran adanya tahun yang harus berlalu. Dan tidak ada tahun yang harus berlalu, bila hati dan pikiran kita masih terpaut pada tahun lalu. Tidak ada kebebasan hati, bila kebiasan kita masih berada dalam kisah masa silam. Oleh karena itu, kisah tahun baru hanya untuk mereka yang mampu melepaskan diri dari kebiasaan masa lalu. Karena dengan melepas kebiasaan masa lalu itulah, dia akan mampu menghadapi hal baru dan atau tahun baru


Ada empat poin penting yang harus dimaknai dari peringatan tahun baru. Pertama, orang yang merayakan tahun baru harus sadar diri bahwa hidup ini memang berubah, dan harus berubah. Orang yang tidak mau berubah, adalah orang yang tidak pernah tahu waktu. Orang seperti ini, sesungguhnya tidak layak memperingati tahun baru. Karena bilapun dia merayakannnya, sesungguhnya dia sudah berbohong pada dirinya sendiri.

Kedua, orang yang merayakan tahun baru adalah orang yang memiliki kesadaran bahwa dalam hidup ini memang ada yang baru dan ada yang lama. Tahun baru adalah hak orang yang sadar akan pentingnya perubahan. Peraya tahun baru adalah orang yang memiliki keberanian untuk mengatakan bahwa yang lama itu adalah sejarah, dan memiliki takdir untuk ditinggalkan. Oleh karena itu, raihlah sesuatu hal yang baru, karena di sanalah harapan itu bergantung.

Ketiga, orang yang merayakan tahun itu adalah orang yang sadar bahwa harapan hanya melekat pada hal yang baru. Harapan dan cita tidak melekat pada masa lalu. Kedua hal itu ada di masa depan, dan masa depan itu hanya ada pada kesungguhan hati kita untuk mengisi tahun baru. Oleh karena itu, tidak ada harapan bagi orang yang tidak sadar akan waktu. Dan tidak ada tahun baru bagi mereka yang tidak memiliki harapan. Begitu pula sebaliknya, hanyalah mimpi belaka bagi orang yang berharap terhadpa masa silam. Tahun lama sudah sirna. Tak ada harapan baru setelah itu.

Terakhir, percayalah, harapan itu ada di tahun baru. Tetapi harapan itu adalah buah dari perilaku kita di masa lalu dan masa kini. Tidak ada harapan baru, bila kita tidak berani melangkah dihari kemarin dan hari ini. Kematian diri di hari kemarin, ya mati sudah. Kematian di hari ini, juga adalah kematian. Tidak akan ada hari esok, dan tidak ada tahun baru. Tahun baru hanya ada, bagi mereka yang telah mampu melewati hari kemarin dan hari ini. Dan harapan di tahun baru, adalah milik orang yang telah berbuat di masa kemarin dan hari ini.

Hadirnya harapan di tahun baru, akan hadir seiring dengan kesediaan diri kita untuk mengatakan selamat tinggal masa lalu. Ucapan selamat tinggal tidak akan meninggalkan kisah masalalu, bila masih diikat olehkebiasaan hidup. Oleh karena itu, meninggalkan kebiasaan masa lalu, lebih baik daripada ucapan selamat tinggal terhadap masa lalu. Karena banyak manusia yang berkhayal, yaitu memimpikan harapan dengan sekedar ucapan selamat tinggal, sementara kebiasaan masa lalunya masih terus melekat. Padahal, jelas sudah, tidak meninggalkan masa lalu, sama dengan menghapus harapan di masa depan.

Advertisements